REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku bakal segera menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) membahas masalah gaji honorer di Jawa Barat yang tidak dapat dicairkan. Pemprov Jabar mengaku sudah menyiapkan dana untuk dicairkan.
"Kan tadi sudah dijawab, uangnya ada, sudah teralokasikan, tetapi kan ada surat edaran Menpan RB yang kita tidak boleh membayarkan honorer," ucap dia di Gedung Pakuan, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga
Kapal RI Tertahan di Selat Hormuz, Menlu Sugiono: Makin Kompleks karena Situasi Internal Iran
Batalion Kanibal OPM Klaim Bunuh 7 Intelijen Indonesia di Perbatasan Pegunungan Bintang-Yahukimo
Disdik Jabar Mengaku Belum Bayar Gaji 3.823 Guru dan Tenaga Honorer Dua Bulan
Ia menuturkan apabila Pemprov Jawa Barat membayarkan gaji honorer dikhawatirkan terdapat penyimpangan keuangan. Namun, keberadaan para guru dan tenaga honorer di sekolah sangat dibutuhkan.
"Nah, nanti kalau dibayarkan ada penyimpangan keuangan. Tapi mereka itu dibutuhkan untuk mengajar, untuk menjadi tata usaha dan untuk menjadi tenaga kebersihan sekolah, dibutuhkan," kata dia.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)