Peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Negeri Malang (UM) diduga menggunakan joki saat mengikuti ujian tersebut. Praktik curang itu terjadi pada sesi pertama di hari pertama pelaksanaan UTBK, Selasa (21/4).
Direktur Pendidikan UM Prof. Evi Eliyanah mengatakan pihaknya melakukan penelusuran setelah mendapatkan laporan dari panitia pusat. Pencocokan data dari pusat hingga yang dibawa peserta dilakukan oleh UM.
Selain itu, pengecekan melalui metode digital juga dilakukan yakni melalui rekaman CCTV, foto yang diambil pengawas ujian dari depan, data pendukung peserta yang datang, dan data peserta dari panitia pusat.
"Kita tahunya (ada joki) jam 12 kayaknya ya, ketika yang sesi pertama itu udah selesai. Tapi bukan berarti kita engga ngelakuin apa-apa gitu ya, jadi kita melakukan investigasi setelah itu," kata Prof. Evi Eliyanah, ditemui di Gedung Rektorat UM, pada Rabu (22/4).
Dari hasil pencocokan data dari pusat dan peserta yang datang memang ada kesamaan. Tapi ketika ditelusuri dengan saksama dari pantauan CCTV di ruangan dan foto dari pengawas, ada beberapa peserta yang mencurigakan.
"Kita pastikan bahwa pada saat itu memang antara dokumen yang ada dari Panpus (Panitia pusat UTBK SNBT) berupa data yang kita terima, dengan peserta yang datang itu sama. Tapi kan namanya kita juga curiga ya, kita cek. Karena kita melihat ada anomali nih, ada anomali di salah satu datanya," ucapnya.
"Dari semua data yang kita miliki, kita punya kecurigaan itu, ada sudah mengerucut, bisa dikatakan seperti itu. Sudah mengerucut dan kerucutnya ini enggak 10 ya, di bawah tiga (peserta) lah," tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Subdirektorat Seleksi UM Rizky Firmansyah menyatakan, usai ada temuan itu, panitia mendatangi lokasi tes di mana diduga joki itu ada di ruangan. Saat ditelusuri memang absensi kehadiran peserta 100 persen, tapi satu peserta yang diduga joki itu sudah meninggalkan lokasi tes.
"Setelah kami mendapatkan laporan itu, kami investigasi langsung ke lokasi, ternyata yang bersangkutan itu sudah tidak di lokasi. Akhirnya kami kelolosan," ucap Rizky Firmansyah.
Pihaknya mendeteksi dugaan joki itu dari CCTV yang terpasang di sejumlah area ruang tes, dan di dalam ruangan. Penelusuran juga dicocokkan dari foto-foto yang diambil pengawas ujian kepada seluruh peserta ujian di masing-masing ruangan.
"Kalau tadi sudah dikatakan oleh Bu Direktur, bahwa kita langsung cek CCTV dan seterusnya, ya itu confirm, bahwa yang memang terjadi itu (joki UTBK) sehingga saat ini, di hari ini, itu kita masih melakukan beberapa penanganan," tuturnya.
Palsukan DokumenDari hasil pemeriksaan sementara, diduga joki UTBK itu membuat kartu pelajar, KTP, hingga kartu peserta palsu. Sebab foto yang hadir di dokumen itu disesuaikan dengan foto peserta yang hadir, bukan foto siswa yang mendaftar jadi peserta UTBK Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT).
"Sehingga begitu kami mendapatkan laporan, kemudian akhirnya ini sudah langsung confirm, bahwa ini adalah kecurangan yang bertukar identitas," tegasnya.
Menurutnya, terduga joki itu bisa lolos pengawas ujian karena memang secara dokumen fisik, berupa nama peserta, nomor ujian, dan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) sama. Foto pada seluruh dokumen juga juga disesuaikan dengan si joki, bukan sesuai peserta yang mendaftar ujian.
"Sehingga untuk kasus yang tukar identitas ini, itu kan agak sulit ya. Coba bayangkan ini data peserta dan kartu peserta itu fotonya yang bertukar. Kemudian identitas ternyata juga dipalsukan, dan itu kan tidak mungkin saat itu pengawas dalam waktu 30 menit, 20 peserta dalam ruangan, itu diinvestigasi satu-satu sampai dengan kartu peserta, itu kan tidak mungkin ya, sehingga untuk kasus yang seperti ini, itu agak sulit untuk mendeteksinya saat itu juga," pungkasnya.





