Menlu Sugiono Sebut Kapal Perang AS di Selat Malaka sebagai Bagian dari Patroli

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, menanggapi keberadaan kapal perang Amerika Serikat (AS), USS Miguel Keith, yang terdeteksi melintasi Selat Malaka pada akhir pekan lalu. Ia menilai aktivitas tersebut merupakan hal yang lazim dalam praktik pelayaran internasional.

Sugiono mengatakan aktivitas tersebut merupakan bagian dari patroli di lokasi strategis di kawasan. "Saya kira mereka biasa ya, patroli di kawasan. Ada yang namanya Freedom of Navigation Patrol, kan. Itu bukan sesuatu yang baru,," kata Sugiono kepada wartawan di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (22/4).

USS Miguel Keith sebelumnya terdeteksi melintasi Selat Malaka. Laporan berkala MarineTraffic menunjukkan kapal pengangkut muatan berat itu berlayar di bawah bendera AS itu terakhir terpantau berada di Selat Malaka pada Minggu, 19 April lalu.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI, Tunggul, membenarkan kapal asing yang melintas di Selat Malaka. Ia mengatakan kapal tersebut memiliki hak melintas di perairan Selat Malaka yang digunakan pelayaran internasional.

“Pelayaran semata-mata untuk tujuan transit yang terus menerus, langsung dan secepat mungkin antara satu bagian laut lepas atau ZEE dan bagian laut lepas atau ZEE lainnya, hal tersebut berdasarkan Pasal 37,38, dan 39 pada UNCLOS 1982,” kata Tunggul dalam keterangan tertulis kepada wartawan, dikutip Senin (20/4).

Tunggul menjelaskan Indonesia telah meratifikasi UNCLOS 1982 melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1985 tentang Pengesahan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut.

Ia mengatakan seluruh kapal yang melaksanakan hak lintas transit di Selat Malaka sebagai jalur pelayaran internasional wajib menghormati Indonesia sebagai negara pantai.

“Selama kapal asing tersebut lintas transit juga tidak boleh melanggar ketentuan sesuai dengan COLREG 1972 tentang pencegahan tubrukan di laut dan MARPOL tentang pencegahan pencemaran berasal dari kapal,” ujarnya.

MarineTraffic mencatat USS Miguel Keith bertolak dari Pelabuhan Sasebo. Pelabuhan tersebut terletak di pesisir Jepang di kawasan Laut Cina Timur. Kapal dilengkapi transponder perangkat pelacakan otomatis atau automatic identification system (AIS) kelas A dan dikategorikan sebagai kapal kargo dengan tipe khusus pengangkut muatan berat.

Data AIS terbaru menunjukkan kapal Miguel Keith sedang berlayar menggunakan mesin dengan posisi kapal terakhir yang diterima sekitar 20 jam 37 menit lalu dengan kecepatan 15,8 knot dan haluan 272 derajat.

Informasi dari Angkatan Laut AS mencatat kapal ini memiliki panjang sekitar 785 kaki, lebar 164 kaki, dan draf navigasi sekitar 39 kaki. Angkatan Laut AS menamai kapal ini untuk menghormati Miguel Keith, veteran Perang Vietnam dari Korps Marinir AS yang menerima Medal of Honor.

Perusahaan General Dynamics NASSCO membangun kapal tersebut di San Diego dan menyerahkannya kepada Angkatan Laut pada 15 November 2019. Kapal ini dilengkapi dengan hanggar dan dek penerbangan yang memiliki empat titik operasi untuk pendaratan helikopter sekelas Bell Boeing MV-22 Osprey dan Sikorsky MH-53E Sea Dragon.

Selain itu, kapal menyediakan fasilitas akomodasi, ruang kerja, serta penyimpanan persenjataan bagi pasukan yang bertugas di atasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Guru di Jembrana Diduga Ajak ML ke Siswi SMP, Ini Kata Kepala Sekolah
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Kisah Inspiratif Pedagang Kangkung Sejak 1963 yang Akhirnya Berangkat Haji Tahun Ini
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Jelang May Day, Massa Aksi Diminta Jaga Kondusivitas
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BRI Super League: Semen Padang Tanpa 4 Pilar saat Bertandang ke Borneo FC
• 10 jam lalubola.com
thumb
Dari Passion ke Keluarga, Anissa Aziza Ungkap Kekuatan Perempuan di Hari Kartini
• 11 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.