WASPADA! PSM Makassar Kembali di Ambang Degradasi: Mental Juara Persis Solo Tumbangkan Bhayangkara 2-1

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, SOLO — Kemenangan dramatis yang diraih Persis Solo atas Bhayangkara FC dalam lanjutan pekan ke-29 Super League 2025/2026 menjadi salah satu titik balik paling penting dalam persaingan papan bawah. Laga yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Rabu (22/4/2026), itu berakhir dengan skor 2-1—hasil yang bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga soal harapan bertahan hidup.

Pertandingan bahkan langsung berjalan panas sejak menit awal. Bhayangkara FC sukses mengejutkan tuan rumah lewat gol cepat Moussa Sidibe pada menit ketiga. Gol tersebut terasa seperti tamparan keras bagi Persis, apalagi Sidibe mencetaknya ke gawang mantan timnya sendiri.

Namun di situlah mentalitas Persis diuji—dan mereka menjawabnya dengan cara yang tepat. Alih-alih terpuruk, Laskar Sambernyawa justru bangkit dan mulai mengontrol permainan. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-31 melalui Dimitri Lima Souza yang berhasil menyamakan kedudukan.

Momentum kemudian sepenuhnya berbalik. Menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit 45+5, Luka Dumancic mencetak gol yang mengubah jalannya pertandingan. Gol ini bukan hanya memberi keunggulan, tetapi juga suntikan moral yang sangat besar bagi Persis untuk menghadapi babak kedua.

Selepas jeda, pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi. Kedua tim saling jual beli serangan, namun tidak ada gol tambahan yang tercipta. Bhayangkara FC sebenarnya memiliki beberapa peluang untuk menyamakan kedudukan, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal serta disiplin pertahanan Persis membuat skor tetap bertahan 2-1 hingga peluit panjang berbunyi.

Kemenangan ini membawa dampak signifikan di papan klasemen. Persis Solo kini naik ke peringkat 15 dengan koleksi 27 poin, hanya satu angka di atas zona degradasi. Posisi ini memang belum sepenuhnya aman, tetapi setidaknya memberi ruang bernapas di tengah tekanan yang luar biasa ketat.

Sebaliknya, Bhayangkara FC tetap bertahan di posisi keempat dengan 47 poin. Bagi mereka, kekalahan ini mungkin tidak terlalu berpengaruh dalam konteks degradasi, tetapi cukup menghambat langkah dalam persaingan papan atas.

Namun dampak terbesar dari hasil ini justru dirasakan oleh tim lain di zona bawah, terutama PSM Makassar. Kemenangan Persis membuat persaingan semakin sengit dan menempatkan PSM dalam posisi yang semakin tertekan.

Dengan selisih poin yang sangat tipis antar tim papan bawah, setiap hasil pertandingan kini seperti efek domino. Kemenangan satu tim bisa langsung menjatuhkan tim lain ke posisi berbahaya. Dalam konteks ini, keberhasilan Persis bangkit dari ketertinggalan menjadi sinyal bahwa mereka belum menyerah dalam pertempuran menghindari degradasi.

Situasi ini juga menjadi ancaman nyata bagi Madura United yang berada di sekitar zona merah. Dengan catatan mereka belum memainkan laga pekan ke-29, tekanan kini semakin besar untuk meraih hasil positif agar tidak semakin tertinggal.

Yang membuat persaingan semakin menarik adalah faktor mental. Persis menunjukkan bahwa mereka memiliki daya juang dan mentalitas untuk bangkit di momen sulit. Kemampuan melakukan comeback seperti ini bukan hanya soal taktik, tetapi juga soal kepercayaan diri dan karakter tim.

Sebaliknya, tim-tim yang tidak mampu menjaga fokus setelah unggul—seperti Bhayangkara dalam laga ini—harus membayar mahal. Detail kecil, seperti kehilangan konsentrasi menjelang akhir babak pertama, bisa berujung pada kekalahan.

Ke depan, tantangan Persis tidak akan mudah. Mereka dijadwalkan menghadapi Persija Jakarta—salah satu tim kuat yang sedang memburu gelar. Laga tersebut akan menjadi ujian berikutnya: apakah kemenangan atas Bhayangkara menjadi titik awal kebangkitan, atau hanya sekadar momentum sesaat.

Sementara itu, Bhayangkara FC akan menghadapi Persib Bandung, tim pemuncak klasemen yang juga sedang dalam tekanan untuk mempertahankan posisi. Artinya, kedua tim akan kembali terlibat dalam pertandingan berat yang bisa memengaruhi peta klasemen secara keseluruhan.

Dengan kondisi seperti ini, persaingan di papan bawah benar-benar memasuki fase paling dramatis. Tidak ada lagi pertandingan yang bisa dianggap ringan. Setiap poin adalah nyawa, setiap kesalahan bisa menjadi awal dari kehancuran.

Dan bagi PSM Makassar, hasil di Manahan ini adalah peringatan keras: jika tidak segera bangkit, mereka bisa menjadi korban berikutnya dalam kerasnya persaingan menghindari degradasi musim ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump sebut sekutu Timur Tengah jauh lebih baik dibanding NATO
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Jusuf Kalla Sebut Ade Armando Gila
• 22 jam lalueranasional.com
thumb
Tegas! Eksel Runtukahu: Kami Punya Satu Tekad, Tiga Poin dari PSIM
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Orbit Bumi Terhadap Matahari Tak Sepenuhnya Bulat, Kok Bisa?
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
BAZNAS Ajak Generasi Muda Daftar BCB, Kesempatan Pendidikan Terbuka Lebar
• 9 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.