Tujuh Oknum Polisi Terlibat Mafia BBM Subsidi, Kompol Jenny: Sanksi Tegas Menanti

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, SORONG - Tujuh oknum polisi yang diduga terlibat praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Kota Sorong diperiksa Div Propam Polda Papua Barat Daya.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Humas Polda PBD Kompol Jenny Hengkelare mengatakan tujuh anggota tersebut masing-masing berinisial W, AS, H, E, S, JT, dan Y bertugas di Polres Sorong serta Polda PBD.

BACA JUGA: Polres Inhil Tangkap Penimbun BBM Subsidi

Jenny mengatakan pengungkapan kasus ini setelah ada pengakuan dari salah satu kuasa hukum yang menyebutkan adanya keterlibatan sejumlah oknum polisi dalam penyalahgunaan BBM subsidi. 

“Pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menindak tegas penyalahgunaan BBM subsidi, khususnya di wilayah Kota Sorong,” ujarnya di Sorong, Rabu.

BACA JUGA: Polda Riau Tangkap Pelangsir BBM Subsidi, Barang Buktinya Besar

Pimpinan Polda PBD, katanya, tidak akan menolerir pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum internal.

“Kapolda Papua Barat Daya sudah menegaskan bahwa Polri selalu berusaha melaksanakan tugas secara profesional dan proporsional. Tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat dalam pelanggaran hukum,” kata Jenny.

BACA JUGA: BBM Subsidi untuk Nelayan Kecil Dirampas Cukong, Tiga Orang Ditetapkan Tersangka

Saat ini proses pendalaman dan penyelidikan kasus itu tengah ditangani oleh Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda) dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Polda PBD. 

"Kami memastikan proses penanganan perkara dilakukan secara transparan dan akuntabel. Jika terbukti bersalah, para oknum akan dikenakan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Selain itu, Jenny meminta masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengawasi distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Jenny menambahkan, tingginya disparitas harga antara BBM subsidi dan non-subsidi saat ini menjadi celah yang bisa dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meraup keuntungan secara ilegal. 

Kondisi tersebut juga, kata dia, dipengaruhi dinamika global, termasuk kenaikan harga minyak dunia. Meski demikian, pemerintah telah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun. 

"Karena itu, pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi kini semakin diperketat guna memastikan penyalurannya tepat sasaran," ujar Jenny.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BRI Super League: Persita Berambisi Akhiri Tren Selalu Gagal Cetak Gol dalam 3 Laga Terakhir
• 8 jam lalubola.com
thumb
Pembangunan Batalyon Teritorial di Bangka Tengah Segera Dimulai untuk Perkuat Pertahanan dan Ketahanan Pangan
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Kementan Tambah Alokasi Cetak Sawah Sultra Jadi 24.700 Hektare untuk Perkuat Ketahanan Pangan
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Kloter Pertama Jemaah Haji 2026 Diberangkatkan Hari Ini, Ini Jadwal Lengkapnya
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Foto: PSIM Yogyakarta Tahan Imbang Persija
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.