jpnn.com, SORONG - Tujuh oknum polisi yang diduga terlibat praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Kota Sorong diperiksa Div Propam Polda Papua Barat Daya.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Humas Polda PBD Kompol Jenny Hengkelare mengatakan tujuh anggota tersebut masing-masing berinisial W, AS, H, E, S, JT, dan Y bertugas di Polres Sorong serta Polda PBD.
BACA JUGA: Polres Inhil Tangkap Penimbun BBM Subsidi
Jenny mengatakan pengungkapan kasus ini setelah ada pengakuan dari salah satu kuasa hukum yang menyebutkan adanya keterlibatan sejumlah oknum polisi dalam penyalahgunaan BBM subsidi.
“Pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menindak tegas penyalahgunaan BBM subsidi, khususnya di wilayah Kota Sorong,” ujarnya di Sorong, Rabu.
BACA JUGA: Polda Riau Tangkap Pelangsir BBM Subsidi, Barang Buktinya Besar
Pimpinan Polda PBD, katanya, tidak akan menolerir pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum internal.
“Kapolda Papua Barat Daya sudah menegaskan bahwa Polri selalu berusaha melaksanakan tugas secara profesional dan proporsional. Tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat dalam pelanggaran hukum,” kata Jenny.
BACA JUGA: BBM Subsidi untuk Nelayan Kecil Dirampas Cukong, Tiga Orang Ditetapkan Tersangka
Saat ini proses pendalaman dan penyelidikan kasus itu tengah ditangani oleh Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda) dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Polda PBD.
"Kami memastikan proses penanganan perkara dilakukan secara transparan dan akuntabel. Jika terbukti bersalah, para oknum akan dikenakan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Selain itu, Jenny meminta masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengawasi distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Jenny menambahkan, tingginya disparitas harga antara BBM subsidi dan non-subsidi saat ini menjadi celah yang bisa dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meraup keuntungan secara ilegal.
Kondisi tersebut juga, kata dia, dipengaruhi dinamika global, termasuk kenaikan harga minyak dunia. Meski demikian, pemerintah telah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun.
"Karena itu, pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi kini semakin diperketat guna memastikan penyalurannya tepat sasaran," ujar Jenny.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




