PSIM vs Persija Seri 1-1: Macan Kemayoran Jadi Bulan-bulanan Jakmania, Peluang Juara Menipis

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, JAKARTA – Hasil imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta menjadi pukulan telak bagi Persija Jakarta. Tak hanya gagal meraih poin penuh, Macan Kemayoran juga dihujani kritik tajam. Jadi bulan-bulanan Jakmania. Pasalnya, peluang juara tim kesayangannya kini semakin menipis.

Kini Persija tetap berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 59 poin. Borneo FC masih peringkat kedua dengan 63 poin. Sedangkan Persib Bandung kokoh di puncak klasemen dengan raihan 65 poin.

Persija Jakarta kembali gagal meraih kemenangan saat menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan ke-29 Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (22/4/2026), tim ibu kota harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1.

Meski tampil dominan sepanjang laga dan terus menekan pertahanan lawan, Persija dinilai gagal memaksimalkan peluang. Pola serangan yang monoton membuat lini belakang PSIM Yogyakarta dengan mudah membaca permainan.

Di sisi lain, performa gemilang kiper PSIM, Cahya Supriadi, menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus. Sejumlah peluang emas Persija berhasil digagalkan, termasuk penalti yang gagal dikonversi menjadi gol.

Jakmania Murka, Kritik Mengalir Deras

Hasil ini langsung memicu kemarahan Jakmania. Suporter setia Persija meluapkan kekecewaan mereka di media sosial, khususnya di kolom komentar akun resmi klub.

Setidaknya ada empat sorotan utama yang disampaikan Jakmania.

Pertama, mereka mengkritik taktik pelatih Mauricio Souza yang dinilai minim variasi dan mudah dibaca lawan.

Kedua, performa pemain asing dianggap jauh dari harapan.

Ketiga, tuntutan evaluasi menyeluruh terhadap tim menjelang akhir musim.

Keempat, desakan agar Mauricio Souza mundur dari kursi pelatih semakin menguat.

“Koloni brazil ini mungkin pikirannya udh berlibur di rio de janeiro, menikmati pantai sambil barbeque bersama keluarga, karna mereka tau kontrak mereka ga akan diperpanjang dan memang TIDAK LAYAK DIPERPANJANG. game play makin amburadul, makin monoton tanpa ada variasinya. tiap freekick, corner bahkan penalti sekalipun selalu para brazil yg selalu mengeksekusi walaupun ga ada hasilnya. #bringbackthomasdoll,” tulis salah satu akun.

“SUMPAH PADA GA PUNYA MENTAL JUARA!!!,” sahut akun lain.

“EVALUASI, WAJIB!!,” tambah komentar berikutnya.

“Pelatihnya minin taktik, tengahnya kurang kreativitas, musim depan wajib sih beli peralta kalo mau juara,” tulis warganet.

Jalannya Pertandingan

PSIM langsung mengejutkan sejak awal laga. Baru memasuki menit ke-3, Ezequiel Vidal sukses membuka keunggulan lewat tembakan mendatar yang tak mampu dibendung kiper Persija.

Persija merespons cepat dan menyamakan kedudukan lewat penalti yang dieksekusi Allano Lima pada menit ke-17.

Setelah itu, Persija terus menekan. Namun, berbagai peluang dari Maxwell Souza, Eksel Runtukahu, hingga Bruno Tubarao gagal berbuah gol.

Drama terjadi ketika Persija mendapat penalti kedua. Sayangnya, eksekusi Maxwell Souza berhasil ditepis Cahya Supriadi, membuat skor tetap 1-1 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Persija terus menggempur pertahanan PSIM, namun penyelesaian akhir yang buruk kembali menjadi masalah utama.

Sejumlah peluang emas tercipta, termasuk dari Gustavo Almeida dan Jean Mota, tetapi semuanya berhasil digagalkan oleh penampilan luar biasa Cahya Supriadi.

Persija sempat mendapat peluang penalti lagi di menit ke-77, namun dibatalkan setelah tinjauan VAR karena offside.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 1-1.

Peluang Juara Kian Tipis

Hasil imbang ini membuat langkah Persija menuju gelar juara semakin berat. Kehilangan poin di laga krusial seperti ini menjadi pukulan besar dalam persaingan papan atas.

Dengan performa yang belum konsisten dan tekanan besar dari suporter, Persija kini dihadapkan pada situasi sulit. Jika tidak segera berbenah, bukan hanya gelar yang melayang—kepercayaan Jakmania pun bisa ikut terkikis.

Persija kini bukan hanya dituntut menang, tetapi juga membuktikan bahwa mereka masih layak disebut kandidat juara. (*)

Susunan pemain PSIM vs Persija

PSIM Yogyakarta

Kiper: Cahya Supriadi
Belakang: Franco Mingo, Van der Avert, Raka Cahyana, Yusaku Yamadera
Gelandang: Savio Sheva, Donny Warmerdam, Ze Valente

Penyerang: Deri Corfe, Muhammad Iqbal, Ezequiel Vidal

Persija Jakarta

Kiper: Carlos Eduardo
Belakang: Bruno Tubarao, Dony Tri, Jordi Amat, Paulo Ricardo, Rizky Ridho
Gelandang: Rayhan Hannan, Van Basty Sousa
Penyerang: Allano Lima, Maxwell Souza, Eksel Runtukahu


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kunjungan Delegasi AS ke Pakistan Ditunda, Tunggu Proposal Iran untuk Lanjutkan Perundingan
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Bantai Chelsea, Brighton Salip The Blues di Klasemen Premier League
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Kronologi Seorang Pria Ditemukan Tewas Mengenaskan di Rumah Kosong Bojonggede Bogor, Sempat Hilang Kontak Sebulan
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Lepas Kloter 1 Jemaah Haji Sumut, Sekdaprov: Jadilah Cerminan Terbaik Daerah
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Uji Jalan B50 Rampung Mei 2026, Pemeriksaan Mesin Jadi Tahap Penentu Implementasi Nasional
• 18 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.