Yusuf Mahardika Akui Relate dengan Konflik Ibu-Anak di Film Crocodile Tears

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Aktor Yusuf Mahardika mengaku punya kedekatan emosional dengan karakter Johan yang ia perankan dalam film Crocodile Tears. Dalam film tersebut, Yusuf memerankan sosok anak yang tumbuh dengan pola asuh orang tua yang keras.

Ia menyebut pengalaman itu terasa relate dengan kehidupan pribadinya.

“Kebetulan aku juga strict parent, sih, jadi bukan hal yang rumit untuk aku rasakan. Aku udah pernah merasakan ini, jadi ada banyak irisan emosi antara Johan sama aku,” ujar Yusuf Mahardika kepada kumparan saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan.

Karakter Johan sendiri digambarkan berada di persimpangan antara berbakti kepada orang tua dan keinginan untuk memiliki hidupnya sendiri. Hal ini membuat Yusuf tak hanya berakting, tetapi juga ikut merefleksikan hubungannya dengan sang ibu.

“Aku jadi melihat kayak, ternyata mama tuh enggak sepenuhnya salah dan enggak sepenuhnya benar. Mungkin karena umurku waktu itu, aku melihatnya jadi beda. Bisa jadi kalau aku di posisi dia, aku akan melakukan hal yang sama,” lanjutnya.

Meski terasa dekat secara emosional, Yusuf mengakui proses syuting film ini cukup menguras energi. Terlebih karena banyak adegan intens yang hanya melibatkan sedikit pemain.

“Capek juga karena di set kami cuma bertiga dan kebanyakan di satu lokasi. Jadi intens banget. Syuting tiga scene aja rasanya kayak sepuluh scene penuh.” katanya.

Ia menambahkan, setiap adegan membutuhkan diskusi mendalam agar tetap selaras dengan visi sutradara.

“Karena adegannya berat, kita juga harus menyamakan cara main kita dengan visi sutradara. Jadi memang banyak diskusi sebelum take,” jelas Yusuf.

Sementara itu, lawan mainnya, Marissa Anita, yang berperan sebagai sang ibu, mengaku punya pendekatan berbeda dalam membangun karakternya. Marissa menyebut dirinya tidak sepenuhnya relate dengan pola asuh strict parents, karena latar belakang pribadinya yang cenderung lebih “rumahan”.

“Aku orangnya rumahan, jadi nggak terlalu banyak mengalami itu. Tapi justru cocok juga sama karakter mama yang memang maunya di rumah terus,” ujar Marissa.

Ia menjelaskan, karakter ibu dalam film ini memiliki latar belakang emosional yang kompleks. Mulai dari menikah muda, kehilangan pasangan, hingga harus membesarkan anak seorang diri.

“Bayangin dia cuma punya anaknya sebagai satu-satunya memori dari suaminya. Jadi wajar kalau dia jadi sosok yang protektif,” jelas Marissa.

Meski mengangkat konflik keluarga yang cukup intens, baik Yusuf maupun Marissa sepakat bahwa cerita dalam Crocodile Tears terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Ini film tentang manusia. Jadi apa yang dirasakan karakternya, ya sebenarnya kita juga pernah merasakan,” tutup Marissa.

Film Crocodile Tears berfokus pada kehidupan Johan (Yusuf Mahardika) yang sehari-hari hidup bersama ibunya (Marissa Anita) untuk mengurus sebuah peternakan buaya di wilayah terpencil, tanpa disrupsi dari dunia luar.

Namun, sang ibu mulai kehilangan kendali ketika Johan mulai jatuh cinta pada seorang gadis, Arumi (Zulfa Maharani) untuk pertama kalinya dan membuat kehidupan sang ibu tak lagi sama. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 7 Mei mendatang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
RI Tak Anak Emaskan Jepang, Pintu Terbuka Buat Semua Pabrikan Mobil
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menlu: Minyak yang Dibawa Kapal Pertamina di Selat Hormuz Kecil Dibandingkan Kebutuhan Nasional
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Bos Terra Drone Ngaku Tak Diberitahu Pemilik Gedung Soal SLF Kedaluwarsa
• 9 jam lalukompas.com
thumb
Anak 11 Tahun Hanyut di Sungai Ciliwung Diduga Kram saat Berenang
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Peserta UTBK-SNBT FK Undip Tertangkap Basah Curang Pakai Alat Dengar Saat Ujiam
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.