Depok: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Jawa Barat, mengingatkan calon jemaah haji menyiapkan dokumen kesehatan secara lengkap sebelum masuk embarkasi. Kelengkapan dokumen menjadi salah satu syarat penting agar proses keberangkatan berjalan lancar.
“Calon haji asal Depok harus memastikan seluruh dokumen kesehatan sudah lengkap dan dibawa saat masuk ke embarkasi. Ini penting untuk mempercepat proses pemeriksaan dan menghindari kendala di lapangan,” ungkap Kepala Dinkes Kota Depok Devi Maryori, dilansir dari Antara, Rabu, 22 April 2026.
Devi menjelaskan, dokumen kesehatan yang wajib dibawa oleh calon haji antara lain kartu jemaah haji, Bukti Wanita Usia Subur (WUS) H-5 sebelum masuk embarkasi yang dikeluarkan puskesmas bagi usia 15 sampai 50 tahun.
Baca Juga :
Selain itu, lanjutnya, membawa kartu BPJS sebagai antisipasi jika diperlukan rujukan ke rumah sakit. Kemudian, lembar obat dari Sistem Komputerisasi Haji Terpadu Bidang Kesehatan (Siskohatkes) yang sudah dicetak.
Selain dokumen, ungkap Devi, calon haji juga diminta memastikan status kesehatannya telah sesuai di sistem siskohatkes. Termasuk, calon haji dengan riwayat pengobatan sakit TB paru wajib melampirkan hasil pemeriksaan TCM/BTA negatif, membawa obat 41 hari di Arab Saudi, dan memakai masker.
"Calon haji dengan kondisi kesehatan tertentu agar memperhatikan ketentuan yang berlaku. Jamaah haji wajib vaksin Meningitis, Polio dan Covid-19," ungkap Devi.
Ilustrasi haji. Foto: Metro TV/Misbahol Moenir
Bagi jemaah yang memiliki kontraindikasi vaksin wajib membawa surat keterangan dari dokter spesialis. Surat tersebut diperlukan untuk memperoleh International Certificate of Vaccination (ICV) kontraindikasi dari Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK).
Sementara itu, calon haji Diabetes Melitus (DM) dengan kondisi gangren diabetikum atau jemaah anemia dengan kadar hemoglobin (HB) di bawah 8,5 gr/dl berpotensi dikembalikan ke daerah demi keselamatan.
“Kami terus mengingatkan kepada seluruh calon haji untuk mempersiapkan diri dengan baik. Mulai dari sisi kesehatan maupun dokumen, agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan aman dan lancar,” ujarnya.




