Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan proses seleksi siswa Sekolah Rakyat dilakukan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tanpa pendaftaran terbuka, guna memastikan program tepat sasaran.
"Jadi tidak ada pembukaan pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.
Gus Ipul menjelaskan ada dua jalur untuk yang pertama adalah berdasarkan DTSEN yang kemudian akan dilakukan verifikasi dan validasi langsung di lapangan.
"Jalur yang pertama adalah jalur yang berada di dalam DTSEN ada di dalam DTSEN kemudian didatangi rumahnya, dicocokkan apakah sesuai data dengan kenyataan di lapangan," ucapnya
"Setelah itu yang kedua kemudian bertemu dengan orang tuanya, kalau orang tuanya setuju tentu akan kita tidak lanjuti untuk menjadi calon siswa Sekolah Rakyat," lanjutnya.
Selain itu, jalur kedua dilakukan melalui penjangkauan aktif di lapangan dengan mendatangi titik-titik yang berpotensi terdapat anak usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan.
"Jalur kedua adalah jangkauan yang lewat kegiatan langkah-langkah proaktif, misalnya kita medantangi titik-titik tertentu yang kita lihat itu sebagai tempat dimana ada anak-anak yang semestinya sekolah tapi tidak sekolah," ujarnya.
Gus Ipul menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden untuk memastikan anak-anak yang rentan tetap mendapatkan akses pendidikan.
"Ini adalah bagian dari atensi Bapak Presiden Prabowo agar anak-anak yang putus sekolah, belum sekolah, tidak sekolah, berpotensi putus sekolah bisa dijangkau lewat Sekolah Rakyat," pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews





