Marleve Mainaky: Kekompakan jadi kunci kans Indonesia di Piala Thomas

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Mantan pelatih bulu tangkis Indonesia Marleve Mainaky mengungkapkan peluang tim beregu putra Indonesia pada Piala Thomas 2026 sangat ditentukan oleh kekompakan tim, bukan semata kekuatan individu.

Menurut Marleve, secara realistis Indonesia memiliki peluang untuk menembus semifinal, namun faktor kebersamaan dan suasana tim akan menjadi pembeda dalam upaya melangkah lebih jauh.

“Secara realitas kita harus siap minimal bisa ke semifinal. Setelah itu biasanya di beregu, faktor kekompakan sangat menentukan,” ujar Marleve kepada pewarta di Jakarta, Rabu.

Peraih gelar Indonesia Open 2001 itu juga menyebut pentingnya peran pelatih dalam membangun atmosfer yang membuat pemain mampu tampil maksimal di lapangan.

“Tinggal bagaimana pelatih dengan pemain bisa membuat suasana yang mendukung supaya mereka bisa tampil maksimal,” kata Marleve yang turut berkontribusi dalam raihan gelar Thomas Cup Indonesia pada 1998, 2000, dan 2002.

Baca juga: Daftar peraih gelar terbanyak di Piala Thomas dan Uber

Marleve mengatakan komposisi tunggal putra Indonesia yang memadukan pemain senior dan junior adalah hal yang wajar dalam dinamika tim beregu.

Ia menyebut kehadiran pemain berpengalaman seperti Jonatan Christie tetap penting, namun regenerasi juga harus mulai diberi ruang, termasuk kepada pemain muda seperti Alwi Farhan.

“Memang harus seperti itu, ada yang senior dan ada yang muda. Pengalaman seperti Jojo penting, tapi saya lihat Alwi sudah bisa diberi kesempatan untuk jadi tunggal utama ke depan,” ujarnya.

Marleve berharap Indonesia bisa membawa pulang gelar juara, meski ia mengingatkan perjalanan di turnamen beregu sering kali ditentukan oleh kondisi di lapangan.

“Kita berharap yang terbaik, tentu juara. Tapi di beregu itu bagaimana mereka bisa sehati, itu yang penting,” katanya.

Ia juga menanggapi kondisi tim Indonesia yang datang ke Piala Thomas tanpa gelar dari rangkaian tur Eropa dan Kejuaraan Asia 2026. Menurut dia, hal tersebut tidak serta merta menutup peluang Indonesia.

Baca juga: PBSI pasang target tim Thomas Indonesia capai babak final

“Pengalaman saya, di beregu itu setiap individu kita sebenarnya kuat. Kebersamaan kita juga bagus, jadi masih ada peluang,” ujar Marleve.

Ia tetap optimistis tim Indonesia mampu bersaing, selama mampu menjaga kondisi mental dan kenyamanan pemain selama turnamen berlangsung.

“Yang penting mereka bisa tampil maksimal dengan kondisi yang nyaman,” katanya.

Pada Piala Thomas 2026, Indonesia menurunkan Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie sebagai andalan di sektor tunggal, dengan dukungan pemain muda seperti Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah.

Sementara di sektor ganda, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjadi tumpuan utama. Indonesia juga memiliki opsi tambahan dari pasangan non-pelatnas Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani serta duet muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Indonesia akan menghadapi jadwal yang menuntut konsistensi sejak fase grup. Tim Merah Putih dijadwalkan melawan Aljazair pada 24 April, kemudian menghadapi Thailand pada 26 April, sebelum menutup fase grup melawan Prancis pada 28 April.

Baca juga: PBSI panggil pemain muda untuk perkuat skuad Thomas & Uber Cup

Baca juga: Indonesia hadapi Prancis dan Thailand di fase grup Piala Thomas 2026


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Terima Dudung di Istana, Bahas Strategi Pertahanan Hadapi Dinamika Global
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Kalimat yang Sering Diucap Atasan Toksik di Tempat Kerja
• 13 jam lalubeautynesia.id
thumb
Buruan Daftar! Rekrutmen Koperasi Merah Putih Sisa 2 Hari Lagi
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tok! Pemerintah Naikkan Harga Sapi di Tingkat Produsen Jadi Rp59.000 per Kg
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Indonesia Siap Terbitkan Panda Bond, China Berencana Terbitkan Obligasi di RI
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.