MPMX Perkuat Implementasi ESG

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) memperkuat komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Salah satunya melalui program transplantasi terumbu karang di Desa Pasir Putih, Pulau Messah, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
 
Program ini merupakan bagian dari inisiatif MPM Green Action 2026 yang berfokus pada pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
 
Sebagai salah satu ekosistem laut paling penting, terumbu karang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain menjadi habitat bagi berbagai biota laut, terumbu karang juga melindungi garis pantai dari abrasi serta mendukung sektor perikanan dan pariwisata bahari.

Di wilayah NTT yang memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata laut, keberadaan terumbu karang menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus menopang sumber penghidupan masyarakat pesisir.
 
GM Corporate Communication & Sustainability MPMX, Natalia Lusnita, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam menghadirkan dampak jangka panjang.
 
“Kami menyadari bahwa keberlanjutan lingkungan sangat berkaitan dengan keberlanjutan sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, kami tidak hanya menjaga ekosistem laut, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 22 April 2026.
 
Ia menambahkan, program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif pelestarian lingkungan MPMX di NTT. Pada periode 2022–2025, perusahaan telah menanam 100.000 mangrove di Desa Golo Sepang yang terintegrasi dengan program pemberdayaan masyarakat, seperti budi daya kepiting bakau dan pembinaan UMKM berbasis potensi lokal.
  Baca juga: Lanjutkan Rehabilitasi Mangrove, MPMX Tanam 100 Ribu Bibit di Golo Sepang
“Keberhasilan program tersebut mendorong kami untuk mengembangkan inisiatif lain yang juga berdampak pada lingkungan dan ekonomi masyarakat,” jelas Natalia.
 
Pemilihan Pulau Messah sebagai lokasi program dilakukan berdasarkan rekomendasi dan koordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo. Kawasan ini dinilai sebagai salah satu lokasi prioritas yang mengalami kerusakan terumbu karang cukup signifikan.
 
Selain itu, Pulau Messah merupakan kawasan penyangga Taman Nasional Komodo yang memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian ekosistem laut.
 
Program diawali dengan kegiatan silaturahmi bersama Kepala Desa Pasir Putih, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Selanjutnya, dilakukan edukasi mengenai pentingnya pelestarian terumbu karang, khususnya bagi nelayan yang beraktivitas di sekitar kawasan perairan Taman Nasional Komodo.
 
MPMX juga mengadakan pelatihan pembuatan media coral nursery yang diikuti oleh perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pasir Putih. Pelatihan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan wisata berbasis konservasi, seperti aktivitas penanaman baby coral.
 
Kepala Desa Pasir Putih, Mustaming, S.Pd.I, mengapresiasi inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan masyarakat untuk berkolaborasi dalam mendukung pelaksanaan program.
 
“Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi kelestarian lingkungan maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
 
Pada tahap awal, MPMX menargetkan penanaman 500 bibit terumbu karang menggunakan 20 unit spider frame sebagai media transplantasi.
 
Ke depan, program ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga akan dikembangkan melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal guna meningkatkan ekonomi warga secara berkelanjutan.
 
Melalui inisiatif ini, MPMX berupaya menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkab Gresik Perkuat Layanan Jemaah Haji, Sediakan Obat dan Kursi Roda untuk Lansia
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BRI Super League: Semen Padang Tanpa 4 Pilar saat Bertandang ke Borneo FC
• 16 jam lalubola.com
thumb
Polri Sebut 65 SPBU Terlibat Penyalahgunaan BBM dan Elpiji Subsidi
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Hakim Mendadak Percepat Jadwal Sidang, Kuasa Hukum Nadiem Makarim Hanya Diberi 3 Hari untuk Hadirkan Seluruh Saksi dan Ahli
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Investasi Indonesia Kuartal I 2026 Capai Rp498,79 Triliun, Serap 706 Ribu Tenaga Kerja
• 17 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.