UGM, Bio Farma, dan Sinovac Resmikan Kerja Sama Pengembangan Vaksin

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SEMARANG - Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi memperkuat ekosistem riset dan pengembangan bioteknologi nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tripartit. Kolaborasi ini melibatkan PT Bio Farma (Persero) dan Sinovac Holding Group Co. Ltd. sebagai mitra strategis dalam pengembangan vaksin dan antivirus.

Langkah ini menjadi landasan penguatan kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Fokus utama kerja sama mencakup industrialisasi produk biologi khusus yang krusial bagi publik.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menegaskan bahwa komitmen ini merupakan langkah konkret universitas dalam mendukung kedaulatan kesehatan. UGM akan mengoptimalkan unit-unit uji coba vaksin serta fasilitas rumah sakit akademik miliknya. Hal ini bertujuan untuk mempercepat proses uji klinis dan pengembangan obat-obatan baru.

"Vaksin sangat penting bagi keberlanjutan negara sebesar Indonesia," ujar Ova Emilia pada Selasa (21/04/2026) di Ruang Tamu Rektor UGM. Ova menambahkan bahwa dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 288 juta jiwa, potensi ancaman virus dan bakteri di masa depan harus diantisipasi sejak dini melalui riset yang solid.

Menurut Ova, manfaat vaksin melampaui sekadar perlindungan individual, melainkan mencakup ketahanan populasi secara menyeluruh. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pengembangan vaksin Covid-19 yang telah berjalan, tetapi juga merambah ke solusi pengobatan inovatif lainnya. Peningkatan kapasitas produksi dalam negeri menjadi target jangka panjang yang ingin dicapai.

Vice President Sinovac Holding Group, Hu Yaling, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran aktif UGM dalam riset bioteknologi. Sinovac melihat Indonesia sebagai mitra strategis yang telah teruji sejak masa pandemi. Hu berharap kolaborasi ini menjadi titik awal bagi fase baru dalam penelitian dan industrialisasi produk bioteknologi global.

"Saya berharap, karena kita telah bekerja sama dengan sangat erat di Indonesia sejak masa COVID-19, hari ini dapat menjadi langkah awal untuk memulai penelitian, penyelesaian, dan juga industrialisasi kita," kata Hu Yaling. Sinergi ini diharapkan mampu memangkas waktu transisi dari riset laboratorium menuju produksi massal di pabrik.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Riset & Pengembangan PT Bio Farma (Persero), Yuliana Indriati, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti hasil riset dari unit-unit milik UGM. Bio Farma berkomitmen untuk mendorong percepatan hilirisasi inovasi vaksin hasil karya anak bangsa. Dukungan industri dianggap sangat vital dalam memastikan hasil akademik dapat diakses masyarakat.

Yuliana menjelaskan bahwa Indonesia harus mampu memproduksi vaksin secara mandiri untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor. Melalui skema tripartit ini, transfer teknologi diharapkan dapat berjalan lebih optimal. "Kami pun sangat mendukung dan siap serta menanti-nantikan semua hasil positif yang datang dari kolaborasi ini," pungkasnya.




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Ungkap Reaksi IMF dan Bank Dunia saat RI Tolak Tawaran Pinjaman Dana: Mukanya Asem
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Jadi Saksi Nikah Massal Sederhana di Depok, Dedi Mulyadi Titip Pesan ke Para Suami: Jangan Sekali-kali Menyakiti Istri
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
10 Pelaku Curanmor di Tangsel Ditangkap, Sebagian Residivis
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Aksesi OECD Masuk Tahap Tinjauan Teknis Juli 2026, Pemerintah Kejar Penguatan Perdagangan Global
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Pelindo Dukung Percepatan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.