Bau Pesing Muncul di JPO Stasiun Palmerah Diduga akibat Tunawisma Kencing Sembarangan

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Bau pesing yang kembali muncul di dekat Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Palmerah, Kelurahan Gelora, Jakarta Pusat, diduga berasal dari ulah oknum tunawisma atau warga yang sering kencing sembarangan di area tertutup kolong jembatan.

Hal itu disampaikan Firdaus (36), seorang pengemudi ojek online (ojol) yang kerap menunggu penumpang di area tersebut.

"Kadang tuh kalau nge-bid tengah malam itu suka ada yang pada tidur di JPO kan, nah mereka itu yang pada buang air di situ, jadinya bau. Padahal kemarin udah dibersihin pakai karbol," ungkapnya saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu (22/4/2026).

Baca juga: Dishub Sidak Trotoar Senopati Jaksel, Mobil Parkir Sembarangan Langsung Ditertibkan

Firdaus menduga area gorong-gorong di bawah JPO kerap dijadikan tempat buang air oleh para tunawisma yang bermalam di lokasi tersebut.

KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Bau pesing kembali tercium di area Stasiun dan Halte Transjakarta Palmerah, Kelurahan Gelora, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (22/4/2026).
Menurut dia, pada siang hingga sore hari tidak terlihat aktivitas mencurigakan di area itu.

Ia menambahkan, bau pesing tersebut cukup mengganggu, baik bagi penumpang transportasi online maupun pengunjung warung di sekitar trotoar.

"Ini di sini kan sempit, enggak banyak tempat buat ngetemnya, tapi malah bau, kasihan ini sebelah ada warung kopi jadi enggak nafsu orang," keluh Firdaus.

Merasa terganggu dengan bau pesing yang kembali muncul, Firdaus berharap pemerintah melalui petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) maupun Satpol PP segera turun tangan untuk melakukan penertiban dan pembersihan.

"Saya mah mendukung (ditertibkan) kan ini sayang udah bagus-bagus kalau malah dipakai begini (buang air sembarangan), jorok banget padahal zaman sekarang mah di Jakarta masih aja ya ada yang seperti itu," tuturnya.

Baca juga: Tak Terima Ditegur Lawan Arah, Sopir Angkot di Ciracas Jaktim Pecahkan Kaca Mobil Penegur

Kondisi ini juga dikeluhkan oleh pengguna transportasi umum bernama Yanuar (30) yang tinggal di kawasan Kemandoran, Jakarta Selatan.

Ia mengaku sangat terganggu dengan bau menyengat saat menunggu ojol di lokasi tersebut.

"Bau sih memang, lumayan lah mengganggu. Eneg kadang nyiumnya," kata Yanuar saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu sore.

Yanuar mengungkapkan, bau pesing di area tersebut sebenarnya merupakan masalah klasik yang sudah ada sejak bertahun-tahun lalu.

Kondisinya sempat membaik pada awal 2026 setelah dilakukan pembersihan, tetapi kembali muncul dalam sepekan terakhir.

"Sebenernya saya commuting di sini tuh dari dulu emang sering kecium bau, tapi udah sempat dibersihin kan, ini baru beberapa hari ini bau lagi," ucap Yanuar.

Adapun, berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, area kolong JPO itu memang memiliki celah untuk dimasuki orang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sampah-sampah terlihat berserakan dan bau tersebut muncul dari area gorong-gorong yang terletak di sisi tembok.

Area gorong-gorong itulah yang diduga menjadi tempat buang air kecil sembarangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Restui Ekspor Urea ke Australia, InI Kesiapan Pasokan Pupuk Indonesia
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Di Luar Batu Nisan Sejarah, Ia Tetap Ada
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Final Proliga 2026, Kamis 23 April: Hanya Ada Satu Laga, Samator vs Garuda Jaya Berebut Status Juara Ketiga
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemkot Semarang Pastikan Perawatan Menyeluruh buat Siswi Korban Pembakaran
• 18 jam laludetik.com
thumb
Lufthansa Batalkan 20.000 Penerbangan Imbas Harga BBM Mahal
• 21 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.