Jakarta, VIVA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membukukan perbaikan kinerja pada kuartal I-2026. Rugi bersih perusahaan menurun signifikan seiring penguatan kinerja operasional dalam fokus transformasi yang dijalankan Perusahaan.
Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan menjabarkan, pendapatan konsolidasian tercatat sebesar US$762,35 juta, tumbuh 5.36 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan permintaan penumpang, perbaikan yield, serta tren positif pendapatan," ujar Glenny dikutip dari Laporan resmi perusahaan, Rabu, 22 April 2026.
Dia menjabarkan, dari sisi profitabilitas operasional, laba operasi segmen meningkat tajam menjadi US$49,13 juta, dibandingkan US$5,20 juta pada kuartal I/2025. Sejalan dengan itu, rugi bersih turun menjadi US$41,62 juta, atau berkurang 45.19% secara tahunan.
Pada pernyataanya terkait penjelasan kinerja Full Year 2025 pada kesempatan sebelumnya, Glenny menyatakan bahwa seiring berlanjutnya langkah optimalisasi alat produksi, jumlah pesawat operasional Grup meningkat menjadi sedikitnya 99 unit pada akhir 2025, dari sekitar 84 unit pada pertengahan tahun yang sama.
Di sisi lain, kinerja anak usaha GMF Aero Asia juga mencatatkan kontribusi positif di sepanjang tahun 2025, yang membukukan pendapatan sebesar US$491,9 juta atau tumbuh 16.8% secara tahunan, dengan laba perusahaan meningkat 26.3% menjadi US$33,9 juta. Dari sisi neraca, total aset naik signifikan menjadi US$813 juta, sementara struktur permodalan berhasil berbalik positif dengan ekuitas mencapai US$114,6 juta.
Kemudian paada periode puncak Lebaran, Citilink mencatat rekor volume penumpang harian tertinggi sepanjang sejarah, mencapai sekitar 48.000 penumpang. Capaian ini menegaskan peningkatan utilisasi kapasitas pascareaktivasi armada serta kemampuan Grup dalam menangkap lonjakan permintaan berbasis seasonality.
Ke depan, melalui eksekusi transformasi yang konsisten, dukungan pemegang saham, serta penguatan kemitraan strategis di tingkat global, Garuda Indonesia optimistis dapat mempercepat langkah menuju fase turnaround yang lebih solid, sekaligus memperkuat perannya sebagai national flag carrier yang kompetitif, adaptif terhadap dinamika industri penerbangan global, serta mampu menghadirkan kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara.





