Digital Realty Bersama Siapkan Infrastruktur yang Siap Dukung AI

katadata.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Digital Realty Bersama (DRB) menyiapkan infrastruktur yang mampu menampung beban kerja berat dari perangkat Graphics Processing Unit atau GPU yang menjadi otak di balik teknologi AI. Persiapan ini untuk menyambut permintaan dari konsumen seiring tren adopsi kecerdasan buatan atau AI yang semakin meningkat. 

Direktur Business and Commercial Digital Realty, A. Yudha Permana, mengungkapkan fasilitas pusat data mereka dirancang untuk melayani kebutuhan public cloud dan hyperscaler. Namun, seiring dengan pergeseran teknologi dari sekadar alat inferensi menjadi pemrosesan data yang masif, DRB melakukan adaptasi cepat.

“Jadi memang Infrastruktur yang kami siapkan sebetulnya sudah bisa mengakomodasi peralatan AI atau GPU, hanya butuh sedikit modifikasi," kata Yudha saat ditemui di Gedung Pusat Data CGK 11, Jakarta Pusat, Rabu (22/4).

Saat ini DRB memiliki dua lokasi utama pusat data yaitu CGK10 di Jakarta Barat dan CGK11 di Jakarta Pusat. Untuk pusat data di CGK11, Yudha memastikan perusahaan hanya butuh waktu kurang lebih sekitar empat bulan untuk melakukan modifikasi fasilitas agar menjadi sepenuhnya siap mendukung kebutuhan AI atau AI Ready.

Tantangan utama dalam mengakomodasi AI terletak pada konsumsi daya dan panas yang dihasilkan. Jika pusat data tradisional biasanya menangani beban rendah, server AI membutuhkan sumber daya yang sangat besar.

"Kalau sudah bicara AI, kita bicara minimum 20 kilowatt sampai 100 kilowatt per rak,” ujarnya.

Menurutnya panas yang dihasilkan pusat data begitu ekstrem. Dengan begitu, sistem pendinginan udara presisi atau precision aircon yang umum digunakan kini mulai ditinggalkan untuk beban kerja AI tertentu.

Sebagai solusinya, DRB menggunakan teknologi Liquid Cooling atau pendinginan berbasis cairan. Yudha mengatakan modifikasi yang dilakukan mencakup teknologi pendinginan hingga ke tingkat komponen terkecil.

“Bisa dibilang sekarang namanya tuh cooling to chip, jadi sampai dengan chip-nya itu dikasih cooling atau ada cairan yang mengalir di dalam raknya,” ujarnya.

Sistem cooling-to-chip ini memastikan suhu pada prosesor GPU tetap terjaga meski sedang melakukan komputasi berat, sehingga performa tetap stabil dan efisien.

AI Butuh Daya Komputasi Masif

Chief Financial Officer DRB Krishna Worotikan mengatakan banyak orang hanya melihat produk akhir AI tanpa menyadari beban berat yang dipikul oleh pusat data. Komputasi AI membutuhkan daya komputasi yang masif yang secara otomatis memicu lonjakan kebutuhan energi listrik.

"Tantangan lebih besar lagia dalah daya komputasi AI itu biasanya sepuluh kali lipat dari komputasi tradisional. Jika biasanya hanya butuh dua sampai lima kilowatt per rak, untuk AI kita bicara 20 kilowatt ke atas," ujar Krishna.

Kishna mengatakan perusahaan melihat AI sebagai katalis utama yang akan mengubah lanskap bisnis secara fundamental. Ia mengatakan perusahaan menangani beban kerja AI berskala besar, termasuk teknologi pendingin cair dan kolokasi berdensitas tinggi melalui integrasi ServiceFabric dan keahlian global Digital Realty.

“Kami memastikan perusahaan di Indonesia memiliki jalur ekspansi yang lebih mudah untuk terhubung dengan ekosistem global,” kata Krishna.

Digital Realty Bersama menggabungkan keandalan Tier 4 dengan konektivitas global ServiceFabric untuk mendorong ekonomi digital Indonesia dengan tidak hanya menghadirkan lebih dari sekadar pusat data. Tetapi juga infrastruktur, konektivitas, dan kapasitas yang dibutuhkan bisnis untuk bersaing di tingkat global.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Puan: Lonjakan Harga Energi dan Kebutuhan Pokok Memberatkan Rakyat
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Komisi XII DPR Dorong Transaksi Batu Bara DMO Gunakan Rupiah untuk Tekan Risiko Fiskal
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pangkogabwilhan III Nilai Masyarakat Papua Tak Mudah Terhasut Isu OPM
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Dari Rentan ke Terlindungi, UU PPRT Ubah Nasib Pekerja Rumah Tangga
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Presiden Restui Ekspor Urea ke Australia, InI Kesiapan Pasokan Pupuk Indonesia
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.