Tukang Bakso di Tasik Dianiaya Usai Diduga Lecehkan Wanita, 4 Orang Tersangka

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Tukang bakso berinisial S (48) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap perempuan berinisial E (23) di Kecamatan Cihideung, Tasikmalaya. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (19/4) saat korban tengah makan bakso.

E menuturkan pelaku meraba bagian tubuhnya dari balik papan kayu. E saat itu duduk di bagian belakang, di dekatnya ada papan pembatas.

“Ada lubang di papan kayu, cukup untuk tiga jari. Dari situ saya merasa ada yang mengelus bagian tubuh saya,” ujarnya.

Menurut E, jika kejadian tersebut terjadi secara tidak sengaja, pelaku seharusnya segera menarik tangannya. Namun, yang ia rasakan justru sebaliknya.

“Jarinya masih bergerak-gerak di lubang itu,” katanya.

Merasa dilecehkan, E langsung menghampiri pria yang dicurigainya. Saat dikonfirmasi, pria tersebut berdalih sedang mencari sandal. Namun, alasan itu dinilai tidak masuk akal oleh korban.

“Katanya papan kayunya lentur. Masa kayu bisa lentur begitu?” ucapnya.

E sempat menelusuri identitas pelaku dari orang-orang di sekitar sana, termasuk ke pihak keluarga. Namun ciri-ciri yang disampaikannya dibantah.

“Katanya tidak ada yang pakai kacamata, padahal yang saya lihat jelas pakai,” tuturnya.

Tak lama kemudian, pria yang dicurigai terlihat, namun sudah dengan tampilan berbeda. Dia memakai baju koko dan sarung, serta melepas kacamata.

Didampingi kekasihnya, E mengaku sempat meluapkan emosi dengan memarahi pria tersebut. Ia lalu memilih pergi dari lokasi.

Terduga Pelaku Pelecehan Jadi Korban Penganiayaan

Tuduhan pelecehan seksual dibantah oleh S. Kuasa hukum S, Windi Harisandi, menilai tuduhan terhadap kliennya tidak berdasar sebab kejadian tersebut berlangsung di tempat terbuka dengan aktivitas jual beli yang ramai.

“Sulit diterima secara logika jika itu terjadi di situasi ramai,” ujarnya.

Windi mengatakan, S justru menjadi korban penganiayaan terkait tuduhan pelecehan seksual itu. S disebut mengalami penganiayaan di dua lokasi berbeda, termasuk di sebuah rumah di kawasan Benda.

Menurut Windi, S bahkan mengaku mengalami penyiksaan, seperti dioles balsem dan cabai, serta dipaksa mengakui perbuatan yang menurutnya tidak pernah dilakukan.

“Bahkan dipaksa membuat video pengakuan,” kata Windi.

Penjelasan Polisi

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, mengatakan pihaknya mendalami dua kasus tersebut. Dugaan pelecehan yang dilakukan S, maupun kasus penganiayaan yang dialami S.

“Semua masih kami verifikasi, baik dugaan asusila maupun dugaan kekerasannya,” ujarnya.

4 Orang Jadi Tersangka Penganiayaan

Hasil penyelidikan polisi mengungkap penganiayaan terhadap S memang terjadi. Sebanyak empat orang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Tasikmalaya, Selasa (21/4).

“Iya, sudah ditetapkan tersangka untuk kasus penganiayaan. Ada empat orang, hasil gelar perkara,” ujar Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, kepada wartawan.

Meski demikian, polisi belum mengungkap secara rinci peran masing-masing tersangka. Proses penyidikan masih terus berjalan guna melengkapi konstruksi perkara.

Dalam kasus ini E juga diperiksa. Namun statusnya masih sebagai saksi.

“Untuk yang perempuan masih dalam pendalaman,” kata Herman.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tekan Risiko Fiskal, Transaksi Batu Bara DMO Didorong Pakai Rupiah
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Subianto Panggil Dudung Abdurachman, Bahas Situasi Pertahanan di Tengah Geopolitik Global
• 19 jam laludisway.id
thumb
Kronologi Tamu Spa di Bali Pukul Karyawan Gegara Marah soal Tarif, Pelaku Sempat Ancam Bakar Tempat Spa
• 12 jam lalugrid.id
thumb
Hanya Terpaut 2 Angka dari Persib Bandung, Pengamat: Bukan Tak Mungkin Borneo FC Ambil Alih Puncak Klasemen BRI Super League
• 23 jam lalubola.com
thumb
Selat Hormuz Ditutup, Komoditas Penting Ikut Terdampak
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.