Teman Hari Ramadan bersama Scarlett: Tentang Hadir, Merawat Diri, dan Belajar Berbagi

herstory.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Ramadan selalu identik dengan berbagi. Di momen ini, banyak orang berlomba-lomba untuk memberi dan membantu. Namun, di balik semangat untuk bisa bermanfaat bagi orang lain, tidak semua orang berada dalam kondisi siap untuk memberi, meski keinginan itu tetap ada di dalam hati.

Dalam hidup, ada fase ketika seseorang harus berjuang untuk dirinya sendiri, mencari arah di tengah tekanan yang tidak selalu terlihat, mengumpulkan kembali energi, atau bahkan sekadar bertahan. Di titik inilah, peran “teman” menjadi sangat penting, bukan hanya untuk hadir, tetapi juga memberi dampak.

Melihat hal tersebut, di Ramadan kali ini, Scarlett mengajak untuk memaknai arti “teman” secara lebih dalam. Melalui tema #TemanHariRamadan, brand kecantikan lokal ini memposisikan diri sebagai teman refleksi, teman untuk self-care, dan teman untuk berbagi, sehingga kebermanfaatannya dapat dirasakan lebih luas.

“Bagi kami, Ramadan bukan hanya sekadar momentum, melainkan ruang berbagi untuk menebar lebih banyak kebaikan dan kepedulian kepada lebih banyak orang. Karena Scarlett percaya kecantikan sejati tumbuh dari hati yang saling menguatkan dan berbagi,” ujar Fiona Anjani, Chief Marketing Officer Scarlett, dikutip dari Instagram Scarlett, Rabu (21/4/2026).

Berikut bagaimana Scarlett hadir sebagai teman yang menemani refleksi, self-care, dan aksi berbagi di Ramadan tahun ini:

1. Menjadi Wadah untuk Belajar Memaknai Diri Sendiri

Salah satu inisiatif Teman Hari Ramadan adalah program THR Show, yang menjadi ruang refleksi untuk memahami kembali makna kehidupan. Melalui media sosialnya, Scarlett menghadirkan diskusi yang relevan dengan keresahan generasi muda bersama Ummi Lulung sebagai narasumber, dengan tujuan membantu menemukan kembali makna diri di bulan Ramadan.

Selain itu, terdapat program THR Journal yang mengajak generasi muda mengekspresikan bagaimana mereka memanfaatkan Ramadan dengan kegiatan positif, lalu membagikannya di media sosial. Inisiatif ini mendorong kesadaran bahwa perubahan kecil yang dimulai dari diri sendiri, jika dilakukan bersama, dapat memberikan dampak yang lebih luas.

Melalui program THR Show dan THR Journal, Scarlett membuktikan perannya sebagai teman yang menemani bertumbuh.

“Sejak awal berdiri, Scarlett berkomitmen menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Komitmen ini kami wujudkan melalui berbagai program, termasuk program Ramadan yang menjadi agenda tahunan untuk terus hadir dan berbagi di bulan suci. Melalui tema ‘THR - Teman Hari Ramadan’ tahun ini, kami ingin berbagi sekaligus mengukuhkan peran Scarlett sebagai teman yang hadir menemani, tidak hanya dalam perawatan diri, tetapi juga melalui aksi berbagi dan kepedulian yang bermakna di bulan Ramadan," jelas Felicya Angelista, Co-Founder Scarlett.

2. Menjadi Teman Self-Care yang Mendukung Kepercayaan Diri

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak orang menyadari pentingnya self-care sebagai bentuk healing sederhana di tengah berbagai tantangan hidup.

Scarlett menjadi salah satu brand yang menemani rutinitas tersebut. Sania, misalnya, mengaku selalu menggunakan produk Scarlett dalam rangkaian self-carenya.

“Scarlett sudah jadi bagian rutinitas aku buat merawat diri. Mulai dari body shower, body lotion, sampai parfumnya aku menggunakan produk dari Scarlett. Aku selalu suka sama wangi yang dihadirkan Scarlett karena selalu sukses buat bikin hariku jadi good mood. Ditambah, wangi dari produk Scarlett selalu awet seharian yang bikin aku selalu repurchase produk ini,” jelas Sania kepada Herstory, Minggu (19/4/2026).

Secara psikologis, self-care juga memiliki dampak terhadap suasana hati. 

“Sadar gak sih, kadang dandan, skincare-an itu jadi bentuk healing kecil. Kadang kita ngelakuinnya bukan untuk terlihat sempurna, tapi karena, enjoy aja rasanya! Karena somehow tubuh kita menerima sinyal bahwa kita tuh bergerak lagi. Di psikologi ada namanya embodied emotions yang artinya gerakan tubuh physical kita bisa mempengaruhi suasana hati kita. Jadi ketika kamu merawat diri, tubuhmu membantu pikiranmu untuk 'rapi' pelan-pelan,” jelas Ananza seorang psikolog, dikutip Rabu (22/4/2026).

Bagi Scarlett, self-care bukan hanya rutinitas, tetapi fondasi untuk membangun kepedulian terhadap orang lain. 

Hal ini diwujudkan melalui Scarlett Beauty Impact (SBI), program sosial yang telah hadir sejak 2017 sebagai bentuk komitmen jangka panjang Scarlett dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat.

Program ini berfokus pada dua pilar utama:

  • Women’s Empowerment & Progression
  • Livelihood & Community Enhancement

Melalui kedua pilar ini, Scarlett mendorong masyarakat, khususnya perempuan untuk berkembang, sekaligus menghadirkan dampak sosial yang lebih luas. Itulah kenapa dinamakan Scarlett Beauty Impact yang kebermanfaatannya bukan hanya terasa fisik, tapi mental dan juga di lingkungan sosial.

"Kami membuat namanya seperti itu (Scarlett Beauty Impact) karena memang kami mau bisa menjadi impact untuk orang lain," kata Felicya.

3. Menjadi Teman yang Mengajak Berbagi 

Selain menghadirkan ruang refleksi dan self-care, Scarlett juga konsisten melakukan aksi berbagi. Salah satunya melalui program Food Truck Ramadan, yang menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat prasejahtera di berbagai wilayah Jabodetabek.

Sejak 2024 hingga 2026, program ini telah menjangkau lebih dari 100 titik distribusi. Pada Ramadan 2026, selama 30 hari berturut-turut, Scarlett menghadirkan program ini dengan melibatkan komunitas Scarlett Beautyverse sebagai relawan.

Salah satu penerima manfaat, komunitas Lady Grab, menyampaikan apresiasinya.

“Kami dari Lady Grab mengucapkan terima kasih untuk Scarlett atas kepeduliannya kepada kami. Semoga kedepannya Scarlett makin dicintai masyarakat Indonesia. Terima kasih Scarlett!,” ujar seorang Lady Grab dikutip dari Instagram Scarlett.

Zaskia Adya Mecca, sebagai Scarlett Beauty Impact Advocate, juga mengungkapkan makna berbagi yang ia rasakan. 

“Alhamdulillah happy banget hari ini aku bisa ikutan berbagi bersama Food Truck Scarlett dan ini sudah tahun kelimanya juga. Dan ini ngajarin aku banget sih, karena kalau berbagi itu gak berarti harus sesuatu yang besar. Tapi dengan kehadiran kita juga udah bisa menjadi arti buat mereka semua. Mereka ngerasa disupport, mereka ngerasa didukung dan banyak teman-temannya juga,” ujarnya.

4. Program Umroh Bareng Scarlett yang Menciptakan Dampak Baik Berkelanjutan

Scarlett juga menghadirkan program Umroh Bareng Scarlett, yang pada 2026 memasuki tahun kelima pelaksanaannya.

Sejak diluncurkan pada 2022, program ini telah memberangkatkan ratusan penerima manfaat sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial berkelanjutan. 

Perjalanan Umroh Bareng Scarlett ini selalu ada momen haru di dalamnya. Mulai dari kisah pertemuan tak sengaja berujung keberangkatan ke Tanah Suci, hingga sosok-sosok tulus yang punya mimpi berangkat Umroh namun terhalang banyak keterbatasan.

Sebut saja Mba Ichi, sosok yang direkomendasikan oleh Felicya Angelista dan Hito Caesar. Bukan tanpa alasan, Mba Ichi memiliki arti penting bagi keduanya. Selama 27 tahun, ia telah membersamai sebagai asisten rumah tangga.

Ketulusannya memberikan dampak baik bagi orang-orang di sekitarnya, meski ia memiliki keterbatasan dalam membaca dan menulis. Hal inilah yang membuat Scarlett memilih Mba Ichi sebagai salah satu penerima program umroh.

Kisah haru lainnya datang dari Nenek Na’ah, warga Banjarmasin berusia 70 tahun yang berangkat umroh pada 2024.

Cerita ini bermula saat Felicya mengunjungi reseller Scarlett di Banjarmasin. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat Nenek Na’ah yang berjualan sayur dan buah di sungai, hingga hatinya tergerak untuk memberangkatkannya ke Tanah Suci.

Dalam pertemuan itu, terungkap bahwa Nenek Na’ah memang memiliki impian untuk berangkat umroh. Namun, keinginan tersebut belum terwujud karena tabungan yang ia kumpulkan kerap digunakan untuk membiayai anak dan cucunya.

Sejak awal sudah tergerak, Felicya kemudian memilih Nenek Na’ah untuk diberangkatkan ke Tanah Suci. Seluruh persiapan umroh dilakukan oleh tim Scarlett. Meski sempat menghadapi kendala, prosesnya pada akhirnya berjalan lancar.

Momen haru lainnya terungkap ketika diketahui bahwa Nenek Na’ah hanya membawa kain kafan. Hal ini dilandasi oleh kerinduannya untuk bisa berada di Tanah Suci, sekaligus harapannya agar kain tersebut dapat didoakan di sana. Jika suatu saat dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, ia ingin mengenakan kain kafan tersebut.

Selain Mba Ichi dan Nenek Na’ah, ada pula Sania Chandra, yang merasakan perubahan cara pandang hidup setelah menjalani ibadah tersebut. 

Sania Chandra, mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut membawa perubahan dalam cara pandangnya terhadap kehidupan.

“Umrah benar-benar mengubah cara pandang aku terhadap sesuatu. Makasih banyak buat Scarlett yang sudah memberikan aku kesempatan buat datang ke Tanah Suci di usia mudaku. Selama Umrah, aku jadi berkaca kalau banyak sekali hal-hal kecil yang patut disyukuri,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengalaman tersebut memperkuat keyakinannya dalam menjalani hidup.

“Meski terkadang rasanya dunia terlalu jahat dan nggak berpihak kepada kita, tapi pada akhirnya selalu ada jalan terbaik yang diberikan Allah. Aku semakin memegang teguh pendirian, ‘Do your best, and let God do the rest.’”

Dari cerita-cerita tersebut, Scarlett membuktikan jika program Umroh Bareng Scarlett memberikan dampak baik yang berkelanjutan dan menjangkau orang-orang yang memang layak untuk beribadah ke Tanah Suci.

Peran Scarlett Menjadi Teman

Melalui berbagai inisiatif Scarlett Beauty Impact, Scarlett memposisikan diri bukan sekadar brand kecantikan, tetapi sebagai teman yang menemani proses menjadi lebih baik dan mendorong kebermanfaatan bagi sesama. 

“Sebagai brand dan perusahaan, Scarlett berkomitmen untuk menciptakan dampak positif jangka panjang bagi konsumen, karyawan, dan sekitar. Melalui produk dan program dalam Scarlett Beauty Impact, kami hadir untuk turut memberi kembali pada kesejahteraan perempuan dan masyarakat,” ujar Suryadi, Head of People Scarlett Beauty Impact.

Ketika Teman Memberi Dampak Baik

Melihat tema #TemanHariRamadan yang dihadirkan Scarlett, makna “teman” terasa semakin relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pengalaman saya, ada fase ketika kehilangan arah dan motivasi membuat segalanya terasa berat, bahkan untuk sekadar melangkah. Di titik tersebut, kehadiran teman menjadi sangat berarti, bukan karena solusi besar yang mereka berikan, tetapi karena dukungan sederhana yang membantu saya tetap berjalan.

Seiring berjalannya waktu, saya kembali terlibat dalam kegiatan sosial yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan saya, salah satunya melalui kegiatan berbagi bersama anak-anak yatim.

Dalam pengalaman tersebut, saya melihat bagaimana aksi kebaikan yang dilakukan bersama mampu menghadirkan dampak nyata. Melalui kegiatan tersebut, bantuan yang terkumpul tidak hanya berhenti pada satu momen, tetapi berkembang menjadi berbagai bentuk kebermanfaatan, mulai dari donasi kemanusiaan, dukungan pendidikan, hingga bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.

Pengalaman ini menegaskan bahwa ketika kebaikan dilakukan secara kolektif, dampaknya tidak hanya lebih luas, tetapi juga lebih berkelanjutan.

Hal ini sejalan dengan pendekatan yang dihadirkan Scarlett melalui berbagai inisiatif Teman Hari Ramadan, yang tidak hanya mendorong refleksi dan self-care, tetapi juga menghadirkan ruang untuk berbagi secara nyata.

Di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks, kehadiran “teman” tidak lagi sekadar menjadi pelengkap, tetapi kebutuhan, baik dalam proses memahami diri maupun dalam upaya memberi makna bagi orang lain. 

Pada akhirnya, makna “teman” dalam Ramadan tidak hanya tentang siapa yang hadir, tetapi tentang bagaimana kehadiran tersebut mampu menguatkan, menggerakkan, dan menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama.

Karena pada akhirnya, menjadi “teman” bukan tentang seberapa besar yang kita berikan, tetapi tentang seberapa hadir kita dalam kehidupan orang lain, dan bagaimana kehadiran itu mampu menghadirkan dampak yang nyata. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Erros Candra Ungkap Empat Gitaris Favorit yang Membentuk Gaya dan Teknik Bermainnya
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Ahmad Dhani Bakal Gelar Ngunduh Mantu untuk El Rumi dan Syifa Hadju
• 5 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Polda Jatim Bongkar Kasus Produksi MinyaKita Ilegal, Pelaku Raup Omset Rp234 Juta
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pengacara Nadiem Ungkap Alasan Kompak Tak Hadir di Sidang Chromebook
• 5 jam laludetik.com
thumb
IHSG Ditutup di Zona Merah Seiring Ketidakpastian Arah Gencatan Senjata AS-Iran
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.