Mesir, VIVA – Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Syekh Ahmad Al Misry masih menjadi sorotan. Di tengah ramainya perbincangan, sang pendakwah akhirnya memberikan klarifikasi melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya.
Dalam pernyataannya, ia membantah berbagai tuduhan yang beredar sekaligus meluruskan sejumlah informasi yang dinilai tidak sesuai fakta. Berikut rangkuman poin-poin penting klarifikasi tersebut. Yuk, scroll!
1. Tegaskan Sudah di Mesir Sebelum Kasus Mencuat
Syekh Ahmad Al Misry menjelaskan bahwa dirinya telah berada di Mesir sebelum isu ini ramai diperbincangkan. Ia menegaskan kepergiannya bukan untuk menghindari hukum, melainkan mendampingi sang ibu yang menjalani operasi.
"Ini klarifikasi saya kepada saudara kaum muslimin muslimat yang berada di Indonesia dan wilayah lainnya," kata Syekh Ahmad Al Misry, dikutip Kamis 23 April 2026.
"Saya Syekh Ahmad Al Misry berangkat ke Mesir pada tangga 15 Maret 2026, dan saya tiba di Mesir tanggal 16 Maret 2026 karena mendampingi ibunda yang sedang sakit dan menjalani operasi pada tanggal 17 Maret 2026," katanya menyambung.
2. Panggilan Polisi Datang Saat Sudah di Luar Negeri
Ia juga mengungkap bahwa panggilan dari pihak kepolisian baru diterimanya setelah beberapa waktu berada di Mesir.
"Dan saya mendapatkan panggilan kepolisian pada tanggal 30 Maret 2026, maka panggilan kepolisian datang sesudah saya berada di Mesir kurang lebih sekitar 15 hari," imbuhnya.
Meski demikian, ia mengaku tetap bersikap kooperatif dalam proses hukum yang berjalan.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bareskrim khususnya para penyidik yang memberikan kesempatan menyampaikan kesaksian saya secara online," ucapnya.
3. Tegaskan Status Hanya Sebagai Saksi
Dalam klarifikasinya, ia menekankan bahwa statusnya saat ini bukan sebagai tersangka, melainkan saksi.
"Dan Alhamdulilah saya panggilan kepolisian ini sebagai saksi bukan sebagai tersangka sebagaimana dibayangkan atau disebarluaskan oleh banyak orang," ujarnya.
4. Bantah Tuduhan Pelecehan terhadap Santri
Syekh Ahmad Al Misry secara tegas membantah tuduhan pelecehan yang dialamatkan kepadanya. Ia menyebut seluruh tuduhan tersebut tidak benar dan tidak berdasar.
"Yang kedua, tuduhan pelecehan kepada santri itu tidak benar adanya, maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang, dan juga ada saksi-saksinya," katanya menegaskan.





