Singapura tolak pembatasan lalu lintas kapal di Selat Malaka

antaranews.com
13 jam lalu
Cover Berita
Moskow (ANTARA) - Negara-negara Asia yang terletak di sepanjang Selat Malaka, memiliki kepentingan strategis untuk menjaga jalur perairan strategis itu tetap terbuka, kata Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan pada Rabu (22/4).

“Hak untuk melintas dijamin untuk semua negara. Kami tidak akan ikut serta dalam upaya apa pun untuk menutup, mencegat, atau mengenakan bea masuk di wilayah sekitar kami," kata Balakrishnan kepada CNBC.

Singapura berbatasan langsung dengan Selat Malaka bersama Malaysia dan Indonesia. Jalur pelayaran ini merupakan salah satu rute perdagangan global paling penting, dengan lebar tersempit sekitar dua mil laut, sehingga menjadi titik krusial bagi distribusi energi di Asia Timur, termasuk untuk ekspor menuju China.

Selat Malaka menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, serta memiliki peran strategis yang kerap disandingkan dengan Terusan Suez dan Selat Hormuz.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan kemungkinan pengenaan tarif bagi kapal yang melintas di selat tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Kapal-kapal perang TNI AL latihan di Selat Malaka dan Pasifik

Baca juga: TNI AL dan TLDM kembali patroli bersama di Selat Malaka


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gagal Menang, Persija Ucapkan Selamat Tinggal Juara Super League? Rivalitas Kini Fokus ke Persib Bandung dan Borneo FC
• 19 jam laluharianfajar
thumb
Gelar Aksi Donor Darah, SMM Capital Group Kumpulkan 64 Kantong Darah
• 4 jam laluharianfajar
thumb
Tangis Guru Honorer di Hadapan Murid, Peluk Haru Sambut Hadiah Motor
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Bukan Damai, Ini Badai! Trump Tunda Serangan, Iran Dihantam Krisis Internal
• 5 jam laluerabaru.net
thumb
5 Weton Ini Diramal Paling Apes pada 24 April 2026, Hindari Bepergian Jauh?
• 15 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.