Pungut Uang Perpisahan, Kepala Sekolah Bisa Dicopot Jika Melanggar

bisnis.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) melarang tiap sekolah menyelenggarakan acara penamatan di luar lingkungan sekolah, terutama jika pelaksanaannya berbayar atau menyaratkan kontribusi iuran dari orang tua siswa.

Ultimatum ini dilayangkan kepada  seluruh jajaran pendidik dan kepala sekolah mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP. 

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan peringatan tersebut merespons keresahan orang tua siswa terkait maraknya praktik pungutan biaya perpisahan yang dinilai membebani ekonomi keluarga.

"Kalau sekolah tidak punya anggaran, jangan paksakan menggelar kegiatan penamatan. Jangan memberatkan orang tua siswa," ujar Munafri di Makassar, Rabu (22/4/2026).

Kebijakan ini sendiri bukan regulasi baru. Larangan serupa telah disosialisasikan sejak tahun sebelumnya dan diperkuat melalui Surat Edaran (SE) resmi dari Dinas Pendidikan Kota Makassar. 

Namun, Munafri mengatakan, praktik pungutan dengan dalih "ramah tamah" atau euforia kelulusan dilaporkan masih kerap terjadi.

Oleh sebab itu dia memperingatkan dengan tegas bahwa jabatan kepala sekolah menjadi taruhan bagi mereka yang tetap membandel. Mengingat saat ini tengah berlangsung proses rotasi kepemimpinan sekolah, pelanggaran terhadap instruksi tersebut dapat berujung pada sanksi berat.

“Jangan sampai karena kegiatan seperti ini, justru berdampak pada posisi kepala sekolah. Bisa saja dicopot kalau tidak patuh,” tegas Munafri.

Guna memastikan implementasi kebijakan di lapangan, pemerintah kota menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk memperketat kontrol. Pengawasan tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga mencakup koordinasi dengan sekolah swasta dan pihak yayasan di bawah kementerian terkait.

Kendati demikian, Munafri mengecualikan instruksi tersebut jika kegiatan didanai sepenuhnya oleh pihak ketiga atau sponsor tanpa memungut sepeser pun dari wali murid.

“Dengan adanya edaran ini, kita berharap seluruh sekolah di Makassar patuh. Tidak boleh ada kegiatan yang membebani orang tua siswa,” tutup Munafri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Karhutla di Kutai Barat Kaltim, 1 Hektare Lahan Perkebunan Terbakar
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
Kolaborasi Pembangunan Desa Dorong Ekonomi Maluku Utara
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Marak Kecurangan UTBK 2026, Anggota DPR: Pengkhianatan Terhadap Nilai Kejujuran
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Keamanan Papua Jadi Kunci Program Prabowo, Gibran Turun Langsung ke Yahukimo
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
3 Catatan Kemenangan Persis atas Bhayangkara FC: Gol Debutan Buat Laskar Sambernyawa Perpanjang Rekor Mewah di Kandang
• 22 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.