Serangan drone Israel menghantam area Bekaa di Lebanon pada Rabu (22/4) waktu setempat, saat gencatan senjata diberlakukan antara Tel Aviv dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Sedikitnya satu orang tewas dan dua orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel tersebut.
Serangan udara Israel itu dilancarkan terhadap Lebanon, setelah Hizbullah menyerang wilayah Israel bagian utara pada Selasa (21/4) waktu setempat.
Laporan kantor berita Lebanon, National News Agency (NNA), seperti dilansir AFP, Rabu (22/4/2026), menyebutkan bahwa serangan drone Israel mengenai area pinggiran al-Jabour di Bekaa Barat.
"Satu orang tewas dan dua orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang dilancarkan oleh sebuah drone musuh pada subuh di pinggiran al-Jabour di Bekaa Barat," demikian laporan NNA.
Serangan drone Israel itu menghantam Lebanon sehari setelah Hizbullah mengumumkan bahwa para petempurnya menembakkan sejumlah roket dan meluncurkan serangan drone terhadap sebuah lokasi di wilayah Israel bagian utara pada Selasa (21/4) malam.
Hizbullah mengatakan bahwa serangannya itu merespons pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Israel secara "terang-terangan", yang menurut kelompok itu termasuk "serangan terhadap warga sipil dan penghancuran rumah serta desa-desa mereka" di Lebanon.
"Untuk membela Lebanon dan rakyatnya," kata Hizbullah dalam pernyataannya. Target serangan diklaim sebagai sumber tembakan artileri dari Israel.
(nvc/ita)





