PT Agrinas Pangan Nusantara menyatakan Koperasi Desa Merah Putih akan mulai beroperasi secara serentak pada 30 Juli 2026, meski aktivitas ritel di desa saat ini dinilai masih belum ramai. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan tahap awal program akan difokuskan pada proses rekrutmen dan penentuan model bisnis di masing-masing daerah.
“Nanti operasionalnya 30 Juli serentak. Sekarang baru rekrut dulu, pemilihan, termasuk menentukan bisnisnya apa,” ujarnya saat ditemui di kantornya di Jakarta Selatan, Rabu (22/4).
Ia menjelaskan, model usaha koperasi tidak akan diseragamkan secara nasional. Setiap desa akan menentukan jenis bisnis berdasarkan potensi lokal yang dimiliki.
“Bisnis masing-masing daerah sesuai potensinya. Daerah yang menentukan arah bisnisnya,” kata Joao.
Menurutnya, kepemilikan dan pengelolaan koperasi juga berada di tangan masyarakat desa. Dengan demikian, seluruh aktivitas usaha yang dijalankan diharapkan dapat mencerminkan kebutuhan dan karakteristik ekonomi setempat.
“Pemilik operasinya adalah seluruh rakyat yang hidup di desa itu,” ujarnya.
Untuk sektor ritel, Agrinas akan berperan dalam pengelolaan. Sementara itu, pengembangan usaha lain di luar ritel akan disesuaikan dengan potensi ekonomi di masing-masing wilayah, seperti sektor produksi atau komoditas unggulan desa.
Joao juga memaparkan progres pembangunan koperasi yang saat ini tengah berjalan. Ia menyebut ribuan unit telah mencapai tahap penyelesaian.
“Yang sudah selesai 100% itu 6.052 unit. Yang ongoing lebih dari 6.061,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas, menargetkan pembangunan 29.000 unit koperasi Merah Putih rampung dibangun pada Mei 2026.
“Yang 29.000 (Kopdes Merah Putih) sudah ada lahan segala macam. Sampai Mei–Juni mudah-mudahan bisa diselesaikan,” ujar Zulhas setelah Rapat Koordinasi Terbatas di Kantor Kementerian Bidang Pangan, di Jakarta Pusat, Kamis (5/2).
Ia mengatakan, setelah bangunan fisik rampung, tahap berikutnya adalah memastikan operasional koperasi berjalan. Koperasi Desa Merah Putih akan diisi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pupuk, gas LPG 3 kilogram, sembako, hingga sarana distribusi lainnya.
“Karena nanti Koperasi Desa Merah Putih ini akan menyuplai SPPG (satuan pelayanan pemenuhan gizi) dan menampung hasil usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) desa,” ujarnya.




