YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Lapangan voli GOR Amongrogo menjadi saksi bisu tipisnya batas antara kemenangan dan kekalahan jika mental sudah berbicara.
Jakarta Garuda Jaya, yang sempat diragukan usai kekalahan di leg pertama, Selasa (21/4/2026) secara heroik bangkit dan memaksa Surabaya Samator memainkan leg ketiga hari ini, Kamis (23/4), setelah menang tipis 3-2 (25-23, 22-25, 19-25, 25-22, 15-13), Rabu (22/4) malam pada leg kedua.
Hasil ini membuat agregat menjadi 1-1, sekaligus mengubah konstelasi perebutan juara ketiga Proliga 2026 menjadi partai "hidup-mati" yang penuh ketegangan.
Baca Juga: Proliga 2026: Drama 5 Set di Amongrogo, Mental Baja Popsivo Polwan Juara 3 Kalahkan Electric PLN
Perbedaan mencolok terlihat pada gestur tubuh pemain Garuda Jaya. Jika pada laga pertama mereka tampak terbebani, malam tadi Dawuda dan kawan-kawan tampil jauh lebih lepas. Pelatih Nur Widayanto mengakui adanya perubahan pendekatan yang membuat anak asuhnya bermain lebih terbuka.
"Anak-anak bermain lebih terbuka dibanding pertandingan pertama," ujar Nur Widayanto usai laga, semalam.
Keterbukaan ini berbuah manis pada set pertama saat monster block Fauzan Nibras menyegel kemenangan 25-23 di poin kritis.
Surabaya Samator sebenarnya sempat berada di atas angin setelah unggul 2-1 di set ketiga. Jordan Michael dan Lyvan Taboada tampak akan segera mengakhiri perlawanan Garuda Jaya. Namun, justru di saat berada di ujung tanduk "darah muda" Garuda Jaya menunjukkan kematangannya.
"Kami bermain lebih tenang malam ini," aku Fauzan Nibras, salah satu motor serangan Garuda Jaya.
Ketenangan itulah yang absen dari kubu Samator. Ironisnya, tim berpengalaman seperti Samator justru yang merasa tertekan di poin-poin akhir set kelima.
Jordan Michael, pilar Samator, tidak menampik hal tersebut.
Penulis : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- proliga 2026
- jakarta garuda jaya
- surabaya samator
- gor amongrogo
- yogyakarta





