JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 1.773 Aparatur Sipil Negara (ASN) berderap dan bersorak yel-yel sambil mengenakan seragam loreng.
Mereka mengikuti gelombang pertama dari berbagai kementerian dan lembaga mulai menjalani Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) di lokasi masing-masing pada Rabu (22/4/2026).
Suherlan Maulana menjadi satu dari banyak ASN yang ikut pelatihan, harus meyakinkan keluarganya untuk mengikuti latihan ini.
“Awalnya sangat berat karena anak istri pun berat, tidak mendukung,” kata Maulana di sela-sela kegiatan Latsarmil Komcad di Baseops Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2026).
Perlahan-lahan, orang-orang terdekatnya itu luluh hingga mendapat lampu hijau untuk menjadi peserta Komcad.
“Tapi dengan kita berikan pemahaman, akhirnya orangtua, anak, istri juga mendukung, mengikhlaskan,” kata ASN asal Kementerian Sosial tersebut.
Maulana dan ribuan ASN mengikuti Latsarmil selama 1,5 bulan yang tersebar di sejumlah lokasi.
Lokasi-lokasi itu yakni Pusat Komunikasi Badan Intelijen Negara (Puskom Belneg), Resimen Induk Daerah Militer Jaya (Rindam Jaya), Pusat Pendidikan Kesehatan TNI Angkatan Darat (Pusdikes Puskesad), Brigade Infanteri 1 Pasukan Marinir 1 (Brigif 1 Pasmar 1), Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Udara (Pusbahasa Kodiklatau), serta Wing Pendidikan 500/Umum Atang Sendjaja (Wingdik 500 Atang Sendjaja).
Pelatihan dasar kemiliteran Komcad dimulai pada 22 April 2026 dan peserta yang lulus akan ditetapkan sebagai anggota Komcad pada 5 Juni 2026.
Baca juga: 1.773 ASN Mulai Latihan Dasar Militer Komcad
Selain pemerintah pusat, sebanyak 500 ASN dari Pemerintah Daerah (Pemda) di Sulawesi Selatan juga tengah mengikuti Latsarmil untuk menjadi Komcad.
Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan Letjen TNI Gabriel Lama mengatakan, Latsarmil tersebut telah berlangsung selama tiga minggu dan dibuka pada 30 Maret 2026.
Gabriel menyebutkan, rekrutmen Komcad melalui unsur ASN ini juga akan diikuti oleh sejumlah pemerintah daerah lainnya.
“Nanti akan Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, kemudian Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Kepulauan Riau, bahkan pemerintah daerah yang berada di jajaran wilayah timur ini,” ungkap Gabriel.
Baca juga: 1.773 ASN Ikuti Latsar Komcad, Menhan Minta Pelatih Tak Arogan, Hindari Kontak Fisik
Dalam konteks ini, prajurit TNI berpangkat bintang tiga itu menyoroti besarnya potensi ASN sebagai kekuatan pertahanan.
“Contoh ASN, ini kurang lebih jumlah sekitar hampir 5 juta di seluruh Indonesia. Ini potensi kekuatan pertahanan yang terbesar. Tentunya proses penyiapannya ini harus dilalui dan disiapkan oleh kita semua,” kata dia.





