Membawa bendera Israel, sejumlah pemukim Israel menyerbu salah satu situs paling suci umat muslim, kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. Tak hanya menyerbu, pemukim Israel juga mengibarkan bendera Israel Masjid Al-Aqsa. Aksi pemukim Israel tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak.
Masjid Al-Aqsa merupakan situs paling suci ketiga di dunia bagi umat muslim. Bagi umat Yahudi, kompleks suci itu disebut sebagai Temple Mount atau Bukit Bait Suci, yang diklaim sebagai lokasi dua kuil Yahudi pada zaman kuno. Para pemukim Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa dan mengibarkan bendera Israel pada Selasa (21/4).
Dilansir Anadolu Agency dan Doha News, Rabu (22/4), para pemukim Israel itu memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa pada Selasa (21/4) melalui Gerbang Mughrabi di bawah perlindungan ketat Kepolisian Israel. Di kompleks suci tersebut, para pemukim Israel mengibarkan bendera Israel dan melakukan ritual keagamaan.
Rekaman video yang beredar online menunjukkan kelompok-kelompok pemukim Israel sedang berdoa, termasuk melakukan apa yang digambarkan sebagai "sujud epik", khususnya di area timur kompleks suci tersebut.
Kecaman Berbagai Pihak atas Aksi Pemukim Israel
Otoritas Wakaf Islam di Yerusalem menganggap tindakan pemukim Israel tersebut sebagai pelanggaran terhadap status quo yang telah berlaku sejak lama di kompleks suci itu.
Kecaman datang dari Pakistan dan Qatar untuk aksi para pemukim Israel tersebut. Kementerian Luar Negeri Pakistan mengutuk "dengan sekeras-kerasnya" penyerbuan yang dilakukan para pemukim Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa dan pengibaran bendera Israel.
"Tindakan tercela ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, serta terhadap kesucian dan kekebalan tempat suci tersebut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam pernyataannya.
Pakistan juga mendesak "semua tindakan yang dimungkinkan untuk melindungi tempat-tempat suci di bawah pendudukan Israel dan untuk mengakhiri impunitas para pemukim ilegal yang beroperasi di bawah perlindungannya".
(rfs/rfs)





