6 Fakta Sejoli Sindikat Phishing Tools Internasional Dibongkar Bareskrim

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri membongkar jaringan penyedia perangkat lunak penipuan siber atau phishing tools yang beroperasi lintas negara yang bermarkas di Kupang. Ternyata, penipuan itu dilakukan oleh sepasang kekasih yakni pria GWL (24) dan wanita FYT (25).

Berdasarkan data pihak kepolisian, aksi tipu-tipu keduanya menimbulkan kerugian global hingga mencapai Rp 250 miliar. Dalam mengusut kasus tersebut, Bareskrim Polri bekerjasama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) karena sifatnya kejahatan siber yang terorganisasi dan lintas negara.

Total ada 34 ribu orang menjadi korban termasuk dari Amerika Serikat (AS). Tersangka meraup untung hingga miliaran rupiah dari aksi penipuannya tersebut.

Berikut 6 fakta kasus tersebut:

Baca juga: WNA Tahanan Imigrasi Depok Ditemukan Tewas Gantung Diri di Toilet

1. Pelaku Sepasang Kekasih

Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Himawan Bayu Aji menyebut pihaknya berhasil menangkap dua orang pelaku yang terlibat jaringan penyedia perangkat peretas atau phishing tools. Keduanya beroperasi lintas negara.

"Penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri bersama Ditreskrimsus Polda NTT berhasil melacak dan mengamankan dua orang pelaku yang berada di Kota Kupang, NTT," kata Himawan Bayu Aji dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2026).

Kedua tersangka adalah GWL (24), seorang pria lulusan SMK multimedia yang menjadi otak pembuat skrip ilegal secara autodidak, dan kekasihnya berinisial FYT (25), yang berperan mengelola keuangan hasil kejahatan.

Baca juga: Polri-FBI Petakan Ekosistem Kejahatan Phishing Usai Bongkar Aksi Sejoli di NTT

Himawan menjelaskan GWL sudah memproduksi dan mengembangkan phishing tools secara mandiri sejak 2018. Ia mengoperasikan sejumlah situs, seperti w3ll.store, well.store, hingga well.shop, untuk memasarkan alat tersebut.

"Tersangka GWL berperan sebagai pelaku utama yang memproduksi dan menjual secara mandiri sejak 2018. Latar belakangnya lulusan SMK multimedia dan mendapatkan keahlian membuat skrip secara autodidak," jelas Himawan.

Sementara itu, kekasihnya FYT berperan menyediakan penampungan dana melalui dompet kripto atau crypto wallet. FYT bertugas mengonversi pembayaran kripto menjadi mata uang rupiah lalu menariknya melalui rekening bank pribadi.

"Tersangka merupakan pacar dari tersangka GWL sejak 2016 dan membantu Tersangka dalam pengelolaan keuangan penjualan skrip," ucapnya.

Himawan mengungkap, dalam menjalankan bisnis ilegalnya, kedua tersangka menggunakan layanan virtual private server (VPS) yang berada di luar negeri.

"Tersangka juga melakukan pemantauan atau monitoring penjualan secara otomatis serta memberikan layanan dukungan teknis bagi pembeli skrip yang mengalami kendala," terang dia.




(wnv/maa)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Langit Jabodetabek Berawan hingga Hujan Ringan
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Nadiem Sakit dan Pengacara Absen Buat Sidang Ditunda, Jaksa Beri Respons Menohok
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Menkeu Purbaya: Presiden Prabowo Tak Pernah Minta Siapkan Bayar Iuran Board of Peace
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Purbaya Sebut Utang Whoosh Selesai, Rosan Tunggu Pengumuman Resmi
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polisi Terbitkan DPO, Buru Pengendali Lab Vape Etomidate
• 20 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.