Manado: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Manado, Sulawesi Utara, mencatat sebanyak 1.770 kejadian gempa susulan setelah gempa utama magnitudo (M) 7.6 di Sulut-Maluku Utara. Guncangan gempa terjadi pada 2 April 2026.
"Hingga hari Senin, 20 April 2026 pukul 06.00 WIB, wilayah Laut Maluku masih menunjukkan aktivitas seismik yang signifikan pasca gempa bumi utama M7,6," kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli di Manado, Rabu, 21 April 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
BMKG: Guncangan Gempa Bali Dirasakan di Buleleng-Tabanan
"Selain itu, tercatat pula sebanyak 18 kejadian gempa bumi dengan magnitudo di atas atau sama dengan M5.0," jelas dia.
Zulkifli menjelaskan, berdasarkan analisis tektonik dengan memperhatikan sebaran titik episenter pada peta, aktivitas gempa bumi tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh dinamika Subduksi Lempeng Laut Maluku. Mekanisme fokal menunjukkan adanya gaya tekan (thrust fault) yang konsisten dengan karakteristik zona subduksi ganda di wilayah tersebut.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Geofisika Manado, Sulawesi Utara mencatat sebanyak 1.770 kejadian gempa susulan setelah gempa utama M7.6 di Barat Daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, tanggal 2 April 2026. ANTARA/HO-Stasiun Geofisika Manado
Dia menambahkan, berdasarkan grafik peluruhan harian, frekuensi gempa bumi susulan menunjukkan tren yang semakin menurun secara fluktuatif. BMKG mengestimasi waktu peluruhan total gempa bumi susulan akan berlangsung sekitar dua hingga tiga minggu ke depan sejak gempa utama di tanggal 2 April hingga kondisi seismisitas kembali stabil.
"Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," harap Zulkifli.




