Pena Terhenti, Jurnalis Gugur di Lebanon

tvrinews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Beirut

Dunia pers berduka, Amal Khalil tewas dalam reruntuhan akibat serangan udara saat bertugas

Eskalasi kekerasan kembali mengguncang Lebanon Selatan pada Rabu 22 Aptil 2026 waktu setempat, menewaskan sedikitnya lima orang termasuk seorang jurnalis veteran. Insiden ini terjadi di tengah rapuhnya kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat.

Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa serangan udara Israel menghantam sebuah bangunan di desa at-Tiri. Di lokasi tersebut, Amal Khalil, seorang jurnalis dari media lokal Al Akhbar, ditemukan tewas setelah sempat terjebak di bawah reruntuhan selama berjam-jam.

Kronologi Penargetan di at-Tiri

Serangkaian serangan dimulai ketika drone Israel menghantam sebuah mobil di at-Tiri yang menewaskan dua orang di dalamnya. 

Amal Khalil bersama rekannya, Zeinab Faraj, mendatangi lokasi tersebut untuk melakukan peliputan sebelum akhirnya bangunan tempat mereka berlindung turut menjadi sasaran.

Al Jazeera melaporkan,Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan bahwa militer Israel secara aktif "mengejar" para jurnalis dengan menargetkan gedung tempat mereka bernaung. 

NNA juga melaporkan adanya serangan di jalan utama yang menghubungkan at-Tiri dengan Haddatha, yang diduga bertujuan untuk menghambat tim ambulans mencapai lokasi kejadian.

Menteri Informasi Lebanon, Paul Morcos, memberikan pernyataan keras melalui platform X:

"Kami mengutuk keras serangan ini dan menuntut Israel bertanggung jawab penuh atas keselamatan mereka. Perlindungan terhadap kebebasan media adalah sebuah keharusan yang mendesak."

Di sisi lain, militer Israel mengeluarkan pernyataan resmi yang membantah penargetan sengaja terhadap awak media.

 "Militer tidak menargetkan jurnalis dan bertindak untuk meminimalkan kerugian terhadap mereka," tulis pernyataan tersebut, sembari menolak tuduhan bahwa mereka menghalangi layanan penyelamatan.

Ketegangan di Garis Depan

Selain insiden di at-Tiri, serangan terpisah di kota Yohmor al-Shaqif menewaskan dua orang lainnya. 

Sebagai respons, kelompok Hizbullah menyatakan telah meluncurkan drone ke posisi artileri Israel, menyebutnya sebagai balasan atas pelanggaran gencatan senjata oleh pihak Israel.

Kondisi di lapangan semakin kompleks dengan laporan dari Paris. Presiden Emmanuel Macron mengonfirmasi kematian prajurit Prancis kedua, Kopral Kepala Anicet Girardin, yang terluka dalam serangan terhadap pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) minggu lalu. 

UNIFIL mengindikasikan bahwa serangan tersebut kemungkinan besar berasal dari aktor non-negara.

Diplomasi di Ambang Kedaluwarsa

Insiden berdarah ini terjadi hanya sehari menjelang pembicaraan penting di Washington. Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menyatakan bahwa Beirut akan mengupayakan perpanjangan gencatan senjata selama 10 hari yang dijadwalkan berakhir pada hari Minggu 26 April 2026.

Hingga saat ini, lebih dari 2.400 orang telah tewas di Lebanon sejak Israel meluncurkan ofensif dan invasi daratnya. 

Meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diupayakan sejak November 2024, pelanggaran harian terus mengancam stabilitas kawasan tersebut.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DKI kemarin, sekolah swasta gratis hingga MBG prasmanan di Pejaten
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Kucing Sphynx Bernama Noci Mati Usai Lahiran, Klinik Hewan di BSD Disomasi
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Persik Anggap Laga Lawan PSM Sebagai Final
• 15 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Kompak Turun! Ini Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 di Pegadaian per Kamis (23/4)
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
MBG Berpolemik, Kepala BGN Dadan Hindayana Dipecat
• 5 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.