Pertumbuhan Kredit Diperkirakan hingga 12 Persen

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

BI memperkirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12 persen dipengaruhi oleh sisi permintaan dan penawaran

Pertumbuhan Kredit Diperkirakan hingga 12 Persen (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12 persen dipengaruhi oleh sisi permintaan dan penawaran. 

Dari sisi permintaan, pemanfaatan pembiayaan perbankan masih dapat ditingkatkan, terutama dengan mengoptimalkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang masih cukup besar yaitu mencapai Rp2.527,46 triliun atau 22,59 persen dari plafon kredit yang tersedia. 

Baca Juga:
Banyak Kejanggalan, MNC: Ini Belum Final, Kami akan Ajukan Banding atas Putusan Gugatan CMNP

Sedangkan dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank tetap memadai, ditopang oleh rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 27,85 persen dan DPK yang masih tumbuh tinggi sebesar 13,55 persen (yoy) pada Maret 2026. 

"Selain itu, minat penyaluran kredit perbankan tetap baik, tecermin dari persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang masih longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM akibat masih tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut," kata Gubernur BI Perry Warjiyo usai konferensi pers Rabu (22/4/2026).

Baca Juga:
Tiga Kapal AS Diserang di Dekat Selat Hormuz

Kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 9,37 persen (yoy). 

Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada Maret 2026 masing-masing tumbuh sebesar 20,85 persen (yoy), 4,38 persen (yoy), dan 5,88 persen (yoy). 

Baca Juga:
Prabowo Bakal Kunjungi Prancis dalam Waktu Dekat

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat kapasitas pendanaan perbankan, termasuk pengembangan instrumen nontraditional funding (non-DPK) guna mendukung penyaluran kredit perbankan," ujarnya. 

Koordinasi dengan Pemerintah dan KSSK terus diperkuat untuk memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan tersebut.

Baca Juga:
Seskab Teddy Bertemu Dirut KAI dan BTN, Ini yang Dibahas

Sementara itu, ketahanan perbankan tetap kuat untuk memitigasi risiko dampak dari perang Timur Tengah. Perkembangan ini ditandai dengan likuiditas perbankan yang memadai, kapasitas permodalan yang terjaga pada level tinggi, dan risiko kredit yang tetap rendah. 

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada Februari 2026 tercatat tinggi sebesar 25,83 persen yang tergolong kuat dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan kredit. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan secara agregat tetap rendah sebesar 2,17 persen (bruto) dan 0,83 persen (neto) pada Februari 2026. 

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Simak Informasi Terkini Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Kamis 23 April 2026, Cerah Berawan Seharian!
• 12 jam laludisway.id
thumb
Menunggu dengan Doa: Kisah Ortu 3 Kali Dampingi Anak Jalani UTBK
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Rupiah Dibuka ke Level Rp17.249/USD Kamis Pagi
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pedagang Sayur Keliling Naik Haji
• 45 menit lalutvrinews.com
thumb
Content Creator hingga Influencer Sosmed Bisa Kantongi Nomor Induk Berusaha di Juni 2026
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.