Overthinking atau Insting? Ini Cara Sikapi Kondisi Anak dengan Tepat

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Ibu sering dihadapkan dengan perasaan cemas yang datang tanpa bisa diprediksi terhadap kondisi anak. Tak jarang, kekhawatiran itu muncul di saat yang tidak terduga, bahkan ketika sedang menikmati waktu santai sekalipun.

Contohnya, saat sedang me time di kafe dan berjauhan dengan anak, tiba-tiba muncul rasa cemas tentang kondisi si kecil. Tanpa disangka, setelah diperiksa, ternyata anak sedang gelisah, tidur tidak nyenyak, dan bahkan muncul tanda-tanda gangguan kesehatan.

Atau saat tengah melakukan rutinitas di rumah, tiba-tiba muncul kekhawatiran tentang kondisi anak di sekolah. Setelah kembali ke rumah, ternyata anak terlihat lesu serta muncul ruam merah.

Perasaan ibu memang tidak bisa diabaikan. Namun di sisi lain, situasi tersebut kerap membuat ibu kebingungan dan terjebak dalam konflik batin karena gejalanya yang terbilang “abu-abu”.

Ditambah lagi, kekhawatiran tersebut seringkali diredam dengan penjelasan yang terdengar masuk akal, misalnya fase pertumbuhan atau perubahan mood. Bukannya menenangkan, hal itu justru dapat menambah kebimbangan, “Apakah perasaan ini hanya overthinking atau justru insting?”.

Moms, tarikan antara logika yang mencoba menenangkan dengan suara hati yang terus memberikan sinyal waspada tidak selalu bentuk overthinking, lho. Bisa jadi itu adalah insting ibu yang sedang bekerja.

Dilansir laman Parents, insting ibu terjadi karena adanya ikatan emosional yang terbentuk karena meningkatnya produksi hormon oksitosin atau hormon "cinta" selama kehamilan, melahirkan, dan saat merawat anak. Hormon oksitosin membuat ibu lebih peka terhadap perubahan-perubahan kecil yang terjadi pada anak, bahkan yang mungkin tidak disadari oleh orang lain.

Lalu, bagaimana cara membedakan insting dan overthinking?

Saat rasa cemas menguasai, ibu merasa perlu segera mencari tahu apa yang terjadi. Namun sebelum itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah menenangkan diri dan mengamati situasi dengan saksama agar fokus ibu tetap terjaga dan tidak terpecah.

Biasanya saat overthinking datang, ibu cenderung merasa cemas tanpa dasar yang jelas, seakan-akan ada sesuatu yang mengganjal meski tidak bisa dijelaskan. Namun ketika insting bekerja, ibu rasa khawatir biasanya muncul setelah memperhatikan hal-hal tidak biasa yang terlihat secara fisik maupun emosional, seperti perubahan perilaku anak, penurunan nafsu makan, atau gejala lainnya, meskipun anak tidak mengeluh secara langsung.

Senada dengan itu, menurut Dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A, Dokter Spesialis Anak di Tzu Chi Hospital, ibu yang mendengarkan instingnya cenderung lebih peka dalam mendeteksi masalah kesehatan anak meski gejalanya belum terlihat jelas.

Ketika merasakan insting atau melihat tanda-tanda yang berbeda pada anak, Dr. Ian pun mendorong para ibu untuk segera mengambil langkah lanjutan, seperti melakukan tes alergi, sebagai langkah pertama untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih besar

Bukan tanpa alasan, berdasarkan data yang dihimpun IDAI, potensi alergi anak Indonesia mencapai 2-7,5 persen. Masalah alergi pada anak juga kerap sulit dideteksi karena gejalanya yang bervariasi dan serupa dengan gangguan kesehatan lain. Misalnya, ruam pada kulit, sesak napas, atau gangguan pencernaan, bisa saja dianggap sebagai kondisi umum akibat cuaca atau infeksi ringan.

Agar pengamatan tersebut tidak sekadar menjadi beban pikiran, sebaiknya pertimbangkan juga untuk untuk berkonsultasi dengan tenaga medis, apalagi jika muncul ciri atau gejala seperti ruam merah hingga perut kembung setelah si kecil mengonsumsi susu sapi atau turunannya. Sebab, gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda bahwa anak tidak cocok dengan susu sapi.

Demi memvalidasi rasa overthinking sekaligus memahami risiko alergi anak lebih awal, tersedia alat deteksi dini digital yang praktis dan telah sesuai dengan panduan medis resmi dari IDAI. Alat ini memungkinkan Ibu untuk mengubah keraguan menjadi data objektif hanya dalam hitungan menit, serta mengambil langkah proaktif yang terukur demi memastikan kesehatan si kecil.

Jadi, jangan overthinking lagi ya, Moms!


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Donald Trump Klaim Iran Rugi Rp5,8 Triliun per Hari karena Blokade AS di Selat Hormuz
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
PANAS! Gencatan Senjata Tanpa Batas dan AS Blokade Hormuz: Iran SIap Perang? Ini Deret Analisisnya
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Kamis 23 April 2026
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Kemenag Luncurkan Kurikulum Berbasis Cinta, Jawab Krisis Akhlak hingga Bullying di Dunia Pendidikan
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Ada Demo di Selatan Monas Pagi Ini, Waspadai Potensi Lalu Lintas Macet
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.