Menhaj: Petugas haji mesti kedepankan semangat melayani

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan seluruh petugas haji untuk mengedepankan semangat melayani jamaah calon haji, bukan dilayani, dalam misi suci haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

“Berikan pelayanan terbaik kepada jamaah, bukan mencari kenyamanan pribadi. Petugas haji harus hadir dengan semangat melayani, bukan dilayani. Ini yang harus terus diingat dalam setiap tugas,” ujar Irfan Yusuf saat melepas 200-an petugas haji daerah kerja Makkah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis.

Gus Irfan menyampaikan tugas petugas haji, khususnya di Makkah, merupakan amanah besar karena kota tersebut menjadi pusat berkumpulnya jamaah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Maka dari itu, tugas petugas haji tidak sekadar bersifat administratif, tetapi juga mencakup tugas kemanusiaan dan representasi negara.

“Setiap tindakan saudara mencerminkan negara. Kesalahan sekecil apapun akan dianggap sebagai kesalahan negara, dan keberhasilan saudara adalah keberhasilan negara,” kata dia.

Gus Irfan juga menyoroti pentingnya etika dalam pelayanan. Petugas diminta untuk bersikap ramah, sabar, santun, dan penuh empati terhadap jamaah yang memiliki latar belakang beragam, baik dari sisi usia, pendidikan, maupun pengalaman.

“Jangan sampai ada ucapan atau sikap yang melukai perasaan jamaah. Mungkin mereka tidak menyampaikan keluhan, tetapi kita harus peka terhadap kebutuhan mereka,” kata dia.

Perhatian khusus juga diminta diberikan kepada calon haji lanjut usia, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya. Menurutnya, pelayanan terhadap kelompok tersebut bukan hanya tanggung jawab petugas khusus, melainkan seluruh petugas haji.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya menjaga integritas selama bertugas. Petugas diminta untuk tidak menyalahgunakan kewenangan, menghindari kepentingan pribadi, serta mematuhi aturan yang berlaku di Arab Saudi.

“Jaga kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab moral. Sesuaikan perilaku dengan situasi di sana, termasuk dalam hal kebiasaan sehari-hari,” katanya.

Gus Irfan mengingatkan bahwa keberhasilan petugas haji diukur dari seberapa besar manfaat yang dirasakan jamaah.

“Ukuran keberhasilan bukan pada ringannya tugas, tetapi pada seberapa banyak calon haji merasa terbantu, terlindungi, dan terlayani dengan baik,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah telah memberangkatkan petugas haji daerah kerja Madinah dan Bandara beberapa hari lalu. Mereka akan melayani jamaah gelombang pertama yang tiba di Madinah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Literasi Sumut Melesat, Masuk 10 Besar Nasional untuk IPLM dan Kegemaran Membaca
• 37 menit lalumediaapakabar.com
thumb
Pramono Anung Lakukan Kunjungan Kerja ke Tiga Negara untuk Perluas Kemitraan Global Jakarta
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Bahaya! Link Video Viral Vell TikTok Blunder 8 Menit Jadi Buruan Warganet, Apa Isi Sebenarnya?
• 3 jam laluharianfajar
thumb
Hubungan Kapten Real Madrid dan Pelatih Arbeloa Sudah Hancur
• 17 jam laluharianfajar
thumb
HGI City Cup 2026 Surabaya Fest: Mollucan Soul dan Nella Kharisma Siap Meriahkan Grand City Mall
• 5 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.