Beauty, di momentum Hari Kartini, tren work-life balance perempuan Indonesia mulai mengalami perubahan seiring berkembangnya platform digital di sektor jasa rumah tangga.
Melalui sistem kerja berbasis aplikasi, perempuan kini bisa memperoleh penghasilan secara fleksibel tanpa harus meninggalkan peran di dalam keluarga. Model kerja ini menjadi jawaban atas kebutuhan gaya hidup baru yang lebih adaptif dan inklusif.
Perubahan ini terlihat dari data salah satu platform jasa rumah tangga, bTaskee Indonesia, yang mencatat sebanyak 62% mitranya adalah perempuan. Dari jumlah tersebut, 60% merupakan ibu rumah tangga dan 40% lainnya adalah single mother. Fleksibilitas waktu kerja yang ditawarkan memungkinkan mereka menyesuaikan jadwal kerja dengan aktivitas rumah tangga.
Beauty, dari sisi penghasilan, para mitra perempuan ini memperoleh rata-rata pendapatan bulanan dengan potensi mencapai lebih dari Rp5.000.000, tergantung tingkat aktivitas dan jumlah pesanan. Bagi banyak perempuan, pendapatan ini menjadi kontribusi penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.
Di balik data tersebut, ada cerita nyata tentang bagaimana fleksibilitas kerja membentuk gaya hidup baru. Mulyanih (37), seorang single mother, menjadikan pekerjaan ini sebagai sumber penghasilan utama.
“Yang paling utama bagi saya dan anak-anak adalah kondisi ekonomi. Sejak saya bergabung dan bekerja di bTaskee, perekonomian kami perlahan mulai terbantu. Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari bTaskee,” ujarnya.
Sementara itu, Ika Wati (43), seorang ibu rumah tangga, melihat pekerjaan fleksibel ini sebagai peluang untuk tetap produktif tanpa meninggalkan tanggung jawab domestik.
“Saya sangat bersyukur bisa mengenal aplikasi bTaskee karena waktunya fleksibel. Dari sini, saya bisa membantu perekonomian keluarga, bahkan menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi. Penghasilan saya juga meningkat secara signifikan, yang sebelumnya sekitar Rp5 juta per bulan menjadi Rp12 juta per bulan. Alhamdulillah, saya juga sudah bisa membeli sepeda motor sendiri sehingga lebih mudah untuk bekerja,” katanya.
Beauty, dari sisi penyedia platform, fleksibilitas ini memang dirancang untuk menjawab kebutuhan perempuan masa kini. Marketing Manager bTaskee Indonesia, Diana Liudin, menyebut bahwa teknologi berperan besar dalam menciptakan peluang kerja yang lebih inklusif.
“Kami melihat bahwa fleksibilitas menjadi kunci bagi banyak perempuan untuk dapat tetap produktif sekaligus menjalankan peran lainnya. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan peluang yang tidak hanya memberikan penghasilan, tetapi juga mendukung kemandirian dan kesejahteraan perempuan Indonesia,” ujarnya.
Dengan pola kerja yang semakin dinamis, fleksibilitas kini bukan hanya soal pekerjaan, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup perempuan modern dalam menjaga keseimbangan antara karier dan keluarga.





