Liputan6.com, Jakarta - Polisi masih mendalami laporan dugaan pemotongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) yang disebut telah memicu kegaduhan. Kini, video ceramah tersebut masih dianalisis.
“Barang bukti pasti akan dianalisa dan diuji,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).
Advertisement
Dia mengatakan, analisis dilakukan dengan mengandalkan lab digital forensik yang telah tersertifikasi.
“Polri memiliki Lab digital forensik yang kredibel dan tersertifikasi,” ujarnya.
Di samping itu, Budi mengatakan, pihaknya juga akan menyiapkan administrasi penyelidikan. Pelapor dan saksi akan dilayangkan surat panggilan untuk menjalani pemeriksaan.
“Menyiapkan mindik, meminta keterangan pelapor, saksi dan barang bukti,” kata dia.




