Viral Warga Pasar Kemis Ngaku Diintimidasi Debt Collector, Sempat Adu Mulut di Polsek

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG, KOMPAS.com — Seorang warga Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Muhamad Rizki Romdani (30), mengaku diintimidasi sejumlah debt collector saat hendak pulang dari restoran cepat saji.

Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah video adu mulut antara Rizki dan sejumlah orang yang mengaku debt collector di Polsek Pasar Kemis beredar luas.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @bapakmilenialtng, Rizki tampak emosi dan meninggikan suara saat berdebat dengan sejumlah debt collector di kantor polisi.

Baca juga: Viral, Ambulans Emergency Jadi Korban Order Fiktif Debt Collector

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Bapak Milenial (@bapakmilenialtng)

"Negara tidak boleh kalah oleh premanisme. 15 menit tidak ada keputusan dari Polsek Pasar Kemis, saya akan telpon 110, di sini ada bukti bahwa negara akan kalah oleh premanisme," ujar Rizki sambil mengacungkan jari telunjuknya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di kawasan Pasar Kemis. Rizki mengatakan, saat itu ia sedang berada di sebuah restoran cepat saji bersama istrinya.

“Awalnya saya dan istri lagi ngopi di Bumi Indah. Pas mau pulang, tiba-tiba ada sekitar lima orang yang mengaku dari debt collector,” kata Rizki saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/4/2026).

Menurut Rizki, para debt collector tersebut mengaku sebagai pihak ketiga dari perusahaan pembiayaan PT Moladin Finance Indonesia (MOFI) dan hendak menarik mobil yang digunakannya.

Kaget didatangi secara tiba-tiba, Rizki menjelaskan bahwa kendaraan tersebut berada dalam penguasaannya secara sah.

Baca juga: Pria Berjaket Polisi di Tangsel Bantah Debt Collector, Akui Warga Biasa

“Saya sudah jelaskan duduk perkaranya, termasuk bukti-bukti yang saya punya. Tapi mereka tetap kekeh mau ambil mobil saya,” kata dia.

Situasi kemudian memanas. Rizki mengaku para debt collector melakukan intimidasi, mulai dari memukul mobil hingga melontarkan kata-kata kasar di tempat umum.

Merasa tidak aman, Rizki menghubungi layanan darurat 110. Polisi kemudian datang ke lokasi dan menyarankan agar permasalahan diselesaikan di Polsek Pasar Kemis.

“Akhirnya kami sepakat ke Polsek Pasar Kemis,” imbuh dia.

Setibanya di kantor polisi sekitar pukul 12.00 WIB, Rizki kembali menjelaskan kronologi kejadian serta menunjukkan sejumlah bukti yang dimilikinya. Namun, ia menilai belum ada ketegasan terkait status permasalahan tersebut.

“Saya sudah minta kejelasan posisi saya seperti apa, tapi sampai berjam-jam belum ada keputusan,” jelas dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Rizki juga meminta pihak perusahaan pembiayaan dihadirkan. Sekitar pukul 16.00 WIB, perwakilan perusahaan datang, tetapi disebut tidak membawa data lengkap.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Damkar Semarang Dijebak DC Pinjol, Lapor Kebakaran Tahunya Diminta Tagih Utang
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Kembali Berulah! ASN Yahukimo Tewas Ditembak OPM di Yahukimo
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Menyibak Konglomerasi Astra (ASII), Kisi Dividen - Pergantian Dirut Jelang RUPS
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Foto: Ahmad Dhani Temui Mensos, Sampaikan Undangan Pernikahan El Rumi
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Usul Capres Kaderisasi Partai, Jubir Anies Singgung Demokrasi Terbuka
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.