Kelas Menengah-Atas Diminta Tak Beralih ke BBM Subsidi, agar Anggaran Negara Tak Jebol

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VI DPR Fraksi Golkar Ahmad Labib mendukung imbauan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia agar kelompok masyarakat menengah atas tidak beralih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Imbauan Bahlil itu muncul di tengah harga BBM non-subsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, mengalami kenaikan tinggi saat ini.

Menurut Labib, kepatuhan masyarakat mampu untuk tidak beralih ke BBM subsidi sangat penting demi menjaga ketepatan sasaran alokasi energi. 

"Langkah tersebut penting untuk menjaga ketepatan sasaran subsidi agar benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan, sekaligus mencegah potensi lonjakan konsumsi yang dapat membebani anggaran negara," kata Labib, dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Baca juga: Pemerintah Tidak Naikkan BBM Subsidi, Anggota DPR: Sinyal Kuat Jaga Stabilitas Ekonomi

Labib pun memuji capaian Indonesia dalam ketahanan energi global, sebagaimana tecermin dalam data terbaru yang menempatkan Indonesia di posisi kedua sebagai negara paling kuat menghadapi krisis energi global 2026, dengan tingkat ketahanan mencapai 77 persen.

Capaian ini, kata dia, adalah bukti nyata keberhasilan pemerintah dalam menjaga stabilitas energi nasional, yang ditopang oleh dominasi sumber energi domestik seperti batu bara sebesar 48 persen, gas 22 persen, serta kontribusi energi terbarukan, ditambah dengan tingkat ketergantungan impor yang relatif rendah.

Menurut Labib, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras Bahlil dalam memastikan ketersediaan pasokan energi tetap aman di tengah tekanan global.

"Langkah strategis pemerintah dalam menjaga stok energi, memperkuat rantai pasok, serta mengelola dinamika impor menjadi fondasi penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional," ujar dia.

Labib mendukung kebijakan pemerintah untuk tetap menjaga stabilitas harga BBM subsidi pada 2026, sebagai upaya melindungi daya beli masyarakat dan menahan laju inflasi.

Baca juga: Stok Aman, Bahlil: Harga BBM Subsidi Tidak Naik, Insya Allah Selamanya

Dia menilai, kebijakan ini menjadi bantalan penting bagi perekonomian nasional, khususnya dalam menjaga stabilitas biaya logistik dan produksi yang sangat bergantung pada energi.

Labib menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, DPR, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan kebijakan energi nasional.

"Dengan kebijakan yang terarah dan dukungan kolektif, stabilitas energi diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat daya tahan Indonesia menghadapi krisis global," imbuh Labib.

Harga BBM non-subsidi tiba-tiba naik

Sebagai informasi, Pertamax Turbo kini dibanderol Rp 19.400 per liter, naik Rp 6.300 dari sebelumnya Rp 13.100 per liter.

Kenaikan lebih tinggi terjadi pada Dexlite yang kini mencapai Rp 23.600 per liter, atau melonjak Rp 9.400 dari harga sebelumnya Rp 14.200 per liter.

Baca juga: Pemerintah Tidak Naikkan BBM Subsidi, Anggota DPR: Sinyal Kuat Jaga Stabilitas Ekonomi

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sementara itu, Pertamina Dex juga mengalami kenaikan sebesar Rp 9.400, dari Rp 14.500 menjadi Rp 23.900 per liter.

Di sisi lain, harga Pertamax tetap berada di angka Rp 12.300 per liter, dan Pertamax Green 95 masih dijual Rp 12.900 per liter.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Banten Perkuat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis
• 19 jam laludetik.com
thumb
Wawasan Polling SS: Masyarakat Menilai Keputusan Menkeu Tolak Pinjaman IMF dan Bank Dunia Sudah Tepat
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Harga BBM Setara Pertalite di Tetangga RI Tembus Rp33.000/Liter
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Buka Musrenbang RKPD Sumut, Tito Tekankan Perencanaan yang Matang
• 16 jam laludetik.com
thumb
Tren EV Melejit 2026, Mobil BBM Mulai Terdesak di Indonesia
• 12 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.