Kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon dilanggar oleh Israel dengan serangan yang menghancurkan 428 unit rumah di Lebanon selatan selama tiga hari terakhir.
Data tersebut dilaporkan oleh Dewan Nasional untuk Penelitian Ilmiah Lebanon pada Rabu (22/4/2026) lewat laporan yang dirilis pada acara peluncuran “kerangka strategis untuk pemulihan lingkungan pasca perang.”
Dewan Nasional melanjutkan, 50 unit rumah tambahan mengalami kerusakan dalam periode yang sama.
Sebelum itu, selama 46 hari serangan Israel kepada Lebanon sebelum kesepakatan gencatan senjata, sebanyak 17.756 unit rumah dilaporkan hancur total dan 32.668 lainnya mengalami kerusakan.
Kantor berita resmi Lebanon melaporkan bahwa tentara Israel yang menduduki beberapa kota di Lebanon selatan terus menghancurkan dan meledakkan rumah-rumah penduduk.
Melansir Anadolu, Israel telah menambah jangkauan serangannya di Lebanon sejak 2 Maret yang menewaskan 2.454 orang, sementara 7.658 terluka, dan lebih dari satu juta penduduk mengungsi.
Pada 15 April, Washington memfasilitasi pembicaraan tingkat duta besar antara Lebanon dan Israel yang menjadi pertemuan pertama kedua negara tersebut dalam 43 tahun.
Sebuah sumber senior di Lebanon mengabarkan bahwa kedua pihak dijadwalkan melakukan putaran negosiasi kedua di Washington, AS, pada Kamis.(vve/wld/ipg)



