Peran Polisi di Kasus Korupsi Bekasi: Saksi, Perantara, hingga Dugaan Komisi Rp 16 Miliar

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com — Kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi tak hanya menyeret pejabat daerah dan pihak swasta, tetapi juga membuka peran seorang anggota polisi aktif yang kini ikut menjadi sorotan.

Nama Yayat Sudrajat alias “Lippo” muncul dalam rangkaian persidangan kasus yang menjerat eks Bupati Bekasi Ade Kuswara di Pengadilan Tipikor Bandung. Ia hadir sebagai saksi dalam perkara tersebut.

Kasi Humas Polres Depok, Made Budi, membenarkan bahwa Yayat dipanggil sebagai saksi dalam perkara dugaan suap proyek tersebut.

“Iya, betul, (yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi) terkait kasus tersebut,” kata Made dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (22/4/2026).

Baca juga: Anggota Polsek Cimanggis yang Jadi Saksi Korupsi Eks Bupati Bekasi Ajukan Pensiun Dini

Ia juga menegaskan bahwa Yayat masih berstatus anggota aktif kepolisian di Polsek Cimanggis.

“Saat ini memang terdaftar sebagai anggota Polsek Cimanggis. Belum ada informasi terkait ini (pengunduran diri),” kata Made.

Diduga jadi penghubung proyek

Dalam persidangan, Yayat mengakui perannya sebagai penghubung antara pihak swasta dan dinas di Kabupaten Bekasi.

Ia disebut mengambil keuntungan sekitar 7 persen dari setiap proyek yang berhasil diamankan.

Dari peran tersebut, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi mencatat adanya aliran dana yang diterima Yayat mencapai Rp 16 miliar dalam periode 2022 hingga 2025.

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (tengah) bersama ayahnya H.M. Kunang (kanan) dan pihak swasta Sarjan (kiri) dihadirkan saat konferensi pers penahanan usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (20/12/2025). KPK menahan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, ayah bupati H. M. Kunang, dan pihak swasta Sarjan setelah ditetapkan tersangka dugaan tindak pidana korupsi terkait suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi. Setelah Sudewo dan Maidi, Ini 7 Kepala Daerah yang Tertangkap OTT KPK Sejak Dilantik

Awal kasus: Skema ijon proyek

Kasus ini sendiri berawal dari praktik “ijon” proyek di lingkungan Pemkab Bekasi.

Ade Kuswara bersama ayahnya, HM Kunang, dan pihak swasta Sarjan telah ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari komunikasi antara Ade dan Sarjan terkait paket proyek di lingkungan Pemkab Bekasi.

Baca juga: Anggota Polsek Cimanggis Jadi Saksi Korupsi Bupati Bekasi, Statusnya Masih Aktif

Dari komunikasi itu, Ade disebut rutin meminta “ijon” proyek melalui perantara HM Kunang.

“Total 'ijon' yang diberikan oleh Sarjan kepada Bupati Ade bersama-sama HM Kunang mencapai Rp 9,5 miliar. Pemberian uang dilakukan dalam empat kali penyerahan melalui para perantara,” kata Asep.

Selain itu, Ade juga diduga menerima aliran dana lain sepanjang 2025 sebesar Rp 4,7 miliar, sehingga total penerimaan mencapai Rp 14,2 miliar.

Bantahan dan jarak institusi

Di sisi lain, Sumarni menegaskan bahwa Yayat bukan lagi bagian dari jajarannya.

“Yang bersangkutan bukan anggota kami. Saudara Y merupakan anggota Polsek Cimanggis, Polres Depok. Memang sebelumnya pernah di sini, tapi terakhir tahun 2017 sudah dimutasi,” tegas Sumarni.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di tengah kasus yang awalnya berpusat pada praktik “ijon” proyek di Pemkab Bekasi, munculnya nama aparat aktif memperlihatkan bahwa jaringan perkara ini tidak hanya melibatkan pejabat dan swasta, tetapi juga menyentuh institusi penegak hukum.

Kasus ini kini tidak hanya bicara soal suap proyek, tetapi juga tentang sejauh mana jejaringnya menjalar di luar batas-batas struktural pemerintahan daerah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenhut Menyebut Hutan Papua Pegunungan Berpotensi Jadi Benteng Hutan Tropis Indonesia
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Geopolitik Memanas, Gaikindo Soroti Kenaikan Biaya Produksi Industri Otomotif
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
6 Emiten Terancam Keluar Indeks LQ45 Bila Tak Penuhi Aturan Ini
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemprov DKI Tegaskan Sanksi Sekolah Swasta Gratis yang Lakukan Pungli
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sidang Vonis Eks Bupati Sleman Sri Purnomo Ditunda
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.