TABLOIDBINTANG.COM - Setelah sempat jadi perdebatan panjang, Ashanty akhirnya resmi menjual rumah mewahnya di kawasan Cinere, Depok. Hunian yang dikenal sebagai “Istana Cinere” itu kini dipasarkan dengan harga Rp25 miliar.
Keputusan ini rupanya bukan hal baru. Ashanty mengaku sudah punya keinginan menjual rumah tersebut sejak lima tahun lalu. Namun, niat itu sempat tertahan karena sang suami, Anang Hermansyah, belum rela melepas rumah penuh kenangan tersebut.
“Mas Anang maunya nggak dijual, rumah kenang-kenangan. Rumah itu bikin kita jadi sukses, rumah itu bawa hoki,” ungkap Ashanty dalam jumpa pers di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Rabu (22/4).
Ia menambahkan, sang suami memiliki ikatan emosional yang kuat terhadap rumah tersebut.
“Dia punya hal-hal sentimental yang menurut dia, ‘Ngapain dijual, buat apa,’ gitu,” tambah Ashanty.
Meski begitu, Ashanty merasa rumah berukuran besar itu sudah tidak lagi efisien untuk ditempati. Selain perawatan yang tinggi, ia juga menginginkan hunian yang lebih praktis.
“Aku kepingin lebih tinggal di tempat yang lebih kecil, lebih nyaman. Terus apalagi (rumah besar) kita harus bayar bulanan gede-gede,” jelasnya.
Keinginan pindah ini juga didorong oleh putri sulungnya, Aurel Hermansyah, yang berharap orang tuanya tinggal lebih dekat dengannya.
“Aurel kan minta pindah ke dekat rumah dia, jadi kata kakak ‘Bun pindah dong,’” tutur Ashanty.
Menariknya, pada awalnya Anang sempat memasang harga tinggi agar rumah tersebut tidak laku di pasaran.
“Dijual lah harga tinggi, harga nggak masuk akal. Waktu itu tujuannya biar nggak laku,” kata Ashanty.
Namun kini, setelah melalui diskusi panjang, pasangan ini sepakat untuk menjual rumah tersebut dengan harga yang lebih realistis mengikuti pasaran.
“Aku kan bukanya udah harga bagus tuh, 25 (miliar) nego, karena memang harga di sana sekitar pokoknya di atas 20 lah,” ujarnya.
Ashanty pun berharap rumah penuh sejarah itu segera mendapatkan pembeli, agar ia bisa segera pindah dan menikmati waktu lebih dekat dengan keluarga, terutama cucu-cucunya.




