Represi PKT Menembus Batas Negara, Kanada Didesak Bertindak Tegas dan Adili Pihak yang Bertanggungjawab  

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

Baru-baru ini, berbagai kota di Kanada menggelar sidang dengar pendapat dan forum yang mengungkap dugaan intimidasi, pengawasan, serta pelecehan yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) di wilayah tersebut. Sejumlah saksi memberikan kesaksian dan secara terbuka mengecam, serta mendesak pemerintah untuk segera membuat undang-undang guna menghentikan praktik tersebut.

EtIndonesia. Parlemen Kanada pada Senin (20 April) mengadakan sidang bertajuk “Dampak Global Represi Lintas Negara”. Perwakilan dari kelompok Falun Gong diundang untuk bersaksi, mengungkap ancaman bom terhadap pertunjukan Shen Yun Performing Arts di luar negeri yang diduga terkait PKT.

 “Dalam dua tahun terakhir, (PKT) menggunakan kombinasi disinformasi, perang hukum, serta ancaman bom palsu terhadap Shen Yun dan Falun Gong. Hanya di Kanada saja, dalam dua tahun terjadi 20 ancaman bom dan penembakan palsu, sementara secara global terdapat lebih dari 270 ancaman kekerasan. Tahun ini, targetnya bahkan meluas ke para pemimpin Kanada,” kata Koordinator nasional Himpunan Falun Dafa Kanada, Grace Wollensak. 

Pada 20 April 2026 sore, Subkomite Hak Asasi Manusia Internasional Parlemen Kanada (SDIR) mengadakan sidang dengar pendapat bertajuk “Dampak Global Penindasan Transnasional” dan menyiarkannya secara langsung kepada publik melalui internet. Para saksi yang hadir antara lain peneliti senior dari Macdonald-Laurier Institute (MLI) Marcus Kolga (paling kanan), koordinator nasional Himpunan Falun Dafa Kanada Grace Wollensak (tengah), peneliti senior Dr. Maria Cheung (kedua dari kiri), direktur eksekutif Komite Tibet Kanada Sherap Therchin (kedua dari kanan), serta wakil ketua World Uyghur Congress Zumretay Arkin (paling kiri), dan lainnya. (Cuplikan layar internet)

Peneliti senior Maria Cheung mengatakan:  “Bagi Kanada, membatalkan pertunjukan tanpa memahami campur tangan asing dan represi lintas negara adalah sinyal yang sangat berbahaya—itu sama saja dengan tunduk pada rezim komunis.”

Para peserta menekankan bahwa selama 27 tahun, PKT telah melakukan represi lintas negara secara menyeluruh terhadap komunitas Falun Gong di seluruh dunia, dengan disinformasi sebagai metode utamanya. Selain itu, perwakilan dari berbagai kelompok lain juga menyampaikan tuduhan serupa.

Wakil Ketua World Uyghur Congress, Zumretay Arkin, menyatakan:  “Salah satu metode paling kejam adalah menjadikan anggota keluarga sebagai sandera, melalui penahanan atau ancaman terhadap kerabat untuk membungkam para aktivis di luar negeri.”

Direktur eksekutif Canada Tibet Committee, Sherap Therchin, mengatakan:  “Hal ini mempengaruhi cara kami bekerja dan berkomunikasi, serta membuat perjalanan internasional kami semakin sulit.”

Ketua organisasi Vancouver Society in Support of Democratic Movement, Edmond Leung, menambahkan:  “Para pembangkang Hong Kong bahkan diberi harga buronan. Meski kami berada di negara yang seharusnya bebas, kami tetap khawatir akan pembalasan dari PKT.”

Para perwakilan dan pakar menyerukan agar Kanada segera menerapkan undang-undang pendaftaran agen asing serta menuntut pertanggungjawaban pihak terkait.

Pakar senior isu Tiongkok dan mantan diplomat untuk Tiongkok, Charles Burton, menyatakan:
“Kita harus menegakkan hukum secara tegas untuk melawan campur tangan asing. Polisi harus menangani kasus yang melibatkan agen PKT dengan lebih serius.”

Grace Wollensak juga menyerukan:  “(Pemerintah) harus meminta lembaga keamanan menyelidiki ancaman (bom) semacam ini sebagai bentuk campur tangan asing, menuntut pelakunya, serta melatih aparat garis depan untuk mengenali praktik represi lintas negara. Perlu dibuat undang-undang khusus yang secara jelas menetapkan represi lintas negara sebagai tindak pidana tersendiri. Campur tangan terarah PKT terhadap warga dan institusi Kanada harus dihentikan.”

Laporan Biro Televisi NTD Vancouver


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sistem Kelistrikan yang Andal Jadi Modal Topang Pertumbuhan Infrastruktur Digital RI
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Gamelan Kampus Unnes Dicuri: 13 Bilah Demung Hilang; Kerugian Rp 35 Juta
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pemprov Sumbar Dorong Nagari Buat Aturan Lindungi Generasi Muda
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kata Polisi soal Kans Damai Kasus Sopir Angkot Pecahkan Kaca Mobil di Jaktim
• 1 jam laludetik.com
thumb
Seluruh PNS dan PPPK Terdampak Permendagri 6 Tahun 2026, Bagaimana P3K PW?
• 13 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.