Penulis: Ibnu Mubarak
TVRINews, Banjarbaru
Sebanyak 359 jemaah calon haji (CJH) yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 1 tiba di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, menandai dimulainya penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah.
Dengan mengenakan seragam batik identitas nasional, para jemaah langsung diarahkan petugas menuju Aula Mekkah untuk menjalani proses penerimaan.
Tahun ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menerapkan sistem One Stop Service atau layanan terpadu satu pintu. Melalui sistem ini, jemaah dapat menjalani seluruh tahapan dalam satu lokasi, mulai dari pemeriksaan kesehatan akhir hingga penerimaan dokumen perjalanan.
Dalam satu rangkaian layanan, jemaah menerima gelang identitas, paspor, kartu nusuk, serta uang saku (living cost).
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Selatan, Eddy Khairani, menjelaskan bahwa penerapan layanan terpadu bertujuan memberikan kenyamanan bagi jemaah, khususnya agar memiliki waktu istirahat lebih banyak di asrama.
“Jemaah akan menerima SPMA, living cost atau uang saku untuk di Mekkah dan Madinah, paspor, gelang jemaah, serta kartu nusuk. Jika tahun lalu kartu nusuk diserahkan di Arab Saudi, tahun ini diserahkan di embarkasi dan langsung diaktifkan,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Selama berada di asrama, jemaah juga mengikuti bimbingan manasik haji serta menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan.
Salah satu calon haji asal Banjarmasin, Muhammad Shafwan, mengaku bersyukur setelah menunggu selama 15 tahun akhirnya dapat berangkat ke Tanah Suci.
“Yang kami siapkan adalah menjaga kesehatan, serta berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman,” katanya.
Jemaah Kloter 1 dijadwalkan berangkat menuju Madinah. Seluruh jemaah diimbau menjaga kondisi kesehatan mengingat suhu udara di Tanah Suci yang cukup ekstrem.
Editor: Redaktur TVRINews





