IHSG Ditutup Anjlok Lebih dari 2 Persen Usai Rupiah Melemah di Atas Ekspektasi

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok sebesar 2,16 persen atau 163 poin menyebabkan terjun ke level 7.378,60 pada pentupan perdagangan Kamis, 23 April 2026. Nilai tkar (kurs) rupiah melemah menjadi tekanan berat bagi indeks domestik. 

Analis Phintraco Sekuritas melaporkan rupiah yang sempat menyentuh level Rp17,300 per dolar AS dan ditutup pada level Rp17,286 per dolar AS di pasar spot. Ini menjadi level penutupan terburuk bagi Rupiah sepanjang masa serta merupakan pelemahan paling dalam di Asia. 

Baca Juga :
IHSG Anjlok 1,27 Persen di Sesi I, Ketegangan Geopolitik dan Rupiah Melemah Tekan Pasar RI
IHSG Dibuka Menguat Sementara Bursa Asia-Pasifik Variatif dan Wall Street Menguat

"Pelemahan Rupiah yang relatif cepat ini di luar estimasi pasar sebelumnya. Penutupan Selat Hormuz yang berlarut-larut membuat harga minyak bertahan di harga tinggi sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi inflasi dan melebarnya defisit anggaran belanja," ujar Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Kamis, 23 April 2026.

Ilustrasi rupiah.
Photo :
  • U-Report

Pergerakan IHSG berada dalam rentang area 7.378 hingga 7.582. Volume transaksi harian mencapai Rp 51,32 miliar dengan jumlah perdagangan yang dilakukan investor sebanyak 3,01 juta transaksi. 

Sektor konsumer siklikal mencatatkan koreksi paling dalam sebesar 3,43 persen disusul penurunan sektor industri sebesar 3,41 persen dan sektor teknologi tergerus 2,36 persen. 

Saat IHSG dan sektor saham terbakar, sektor transportasi menjadi satu-satunya sektor yang menguat sebesar 2,42 persen.

Secara teknikal, Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG telah breakdown support 7.500 dan didukung volume. Histogram positif MACD makin menyempit dan berpotensi membentuk Death Cross dan indikator Stochastic RSI mengarah turun di area pivot. 

Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas melaporkan beberapa emiten membukukan lompatan harga tertinggi sepanjang sesi perdagangan hari ini. Berikut tiga top gainers di jajaran saham unggulan (LQ45).

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

Saham MEDC melesat 5,88 persen atau 100 poin menjadi 1.800.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN)

Saham BBTN menguat 5,30 persen atau 75 poin ke level 1.490.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

Saham JPFA naik 3,08 persen atau 80 poin dan ditutup di posisi 2.680.
Capex Astra

Baca Juga :
IHSG Diproyeksi Rebound ke 7.700-an, Intip 5 Rekomendasi Saham Potensial Cuan Pilihan Analis
Biar Mesin Halus! Ini Cara Mudah Merawat Motor Tanpa Harus ke Bengkel
IHSG Ditutup Terkoreksi Meski Mayoritas Sektor Saham Hijau

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sekretaris Angkatann Laut AS Dicopot di Tengah Pemberlakuan Blokade Perairan Iran
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Manfaat Rutin Minum Segelas Air Hangat Setelah Bangun Tidur Menurut Penelitian
• 21 jam lalubeautynesia.id
thumb
Lampu lalu lintas di Jalan Daan Mogot mati imbas listrik anjlok
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Wapres Gibran: Pak JK Idola Saya, Mentor, Teladan Kita Semua
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Vietnam Melarang Warganya Mengendarai Sepeda Motor Bensin
• 48 menit laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.