JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi VI DPR Fraksi Partai Golkar Ahmad Labib mengimbau masyarakat kelompok menengah ke atas tidak beralih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Ia meminta masyarakat kelompok menengah ke atas mendukung kebijakan ketahanan energi yang dijalankan pemerintah dengan melakukan imbauan tersebut.
"Sesuai imbauan Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) agar kelompok menengah atas tidak beralih menggunakan BBM subsidi," kata Ahmad dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/4/2026), via Antara.
Ahmad mengatakan langkah tersebut penting dilakukan untuk menjaga BBM subsidi tepat sasaran, serta mencegah potensi lonjakan konsumsi yang dapat membebani anggaran negara.
Baca Juga: Ketua DPR Puan Maharani Minta Pemerintah Mitigasi Kenaikan Harga BBM dan Minyak Goreng
Menurutnya, kunci dalam menjaga keberlanjutan kebijakan energi nasional adalah sinergi pemerintah, DPR, dan seluruh elemen masyarakat. Dengan begitu, daya tahan Indonesia akan kuat menghadapi krisis global.
Ia juga mendukung kebijakan pemerintah tetap menjaga stabilitas harga BBM subsidi tahun 2026 sebagai upaya melindungi daya beli masyarakat serta menahan laju inflasi.
"Kebijakan ini menjadi bantalan penting bagi perekonomian nasional, khususnya dalam menjaga stabilitas biaya logistik dan produksi yang sangat bergantung pada energi," ujarnya.
Ahmad Labib juga mengapresiasi capaian Indonesia dalam ketahanan energi global, seperti tercermin dalam data terbaru yang menempatkan Indonesia di posisi kedua sebagai negara paling kuat menghadapi krisis energi global 2026 dengan tingkat ketahanan mencapai 77 persen.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti keberhasilan pemerintah menjaga stabilitas energi nasional.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV, Antara
- bbm
- bbm subsidi
- komisi vi
- dpr
- bahan bakar minyak
- bahlil lahadalia





