Golkar Respons Usulan KPK Soal Capres Harus dari Partai

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Sekjen Golkar, M. Sarmuji merespons usulan KPK yang meminta Bakal Calon Presiden (capres) dan Wakil Presiden (cawapres) harus berasal dari sistem kaderisasi partai. Menurutnya, semua orang terbaik bangsa harus diberi kesempatan, baik dari dalam atau luar partai.

“Tentang bacapres dan bacawapres, KPK mesti paham bahwa yang mau kita rekrut ini adalah calon pemimpin bangsa. Orang-orang terbaik harus diberi ruang untuk bisa menjadi calon presiden dan calon wakil presiden,” ucap Sarmuji kepada wartawan, Kamis (23/4).

Memang, Sarmuji berpendapat lebih baik capres berasal dari partai. Namun partai juga harus terbuka apabila sosok terbaik untuk jadi capres tidak berpartai.

“Kalau ada kader partai sebagai calon itu lebih baik, tetapi jika calon presiden atau cawapres yang terbaik ada di luar, parpol terbuka juga untuk bisa dicalonkan,” ucap Sarmuji.

“Itulah fungsi dari Parpol dalam rekrutmen politik,” tandasnya.

Usulan KPK ini muncul saat mereka memaparkan kajian tata kelola partai politik. Dalam kajian itu, KPK menemukan 4 persoalan mendasar yakni:

Berangkat dari temuan itu, KPK merumuskan ada 16 rekomendasi terkait perbaikan tata kelola parpol. Salah satunya merekomendasikan adanya revisi UU Parpol.

"Perlunya penambahan pada revisi Pasal 29 UU Nomor 2 Tahun 2011," bunyi hasil kajian dikutip dari situs KPK, Kamis (23/4).

Menurut KPK, ada empat poin yang dinilai perlu direvisi. Mulai dari pengaturan keanggotaan partai politik, syarat kader menjadi calon anggota dewan, hingga syarat untuk menjadi capres/cawapres serta kepala daerah.

Berikut poin-poinnya:

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa kajian yang dimaksud tersebut bagian dari upaya pencegahan korupsi di sektor politik yang dinilai masih rawan.

“Terkait kajian itu sebagai upaya KPK khususnya pada kerangka pencegahan ya pada sektor politik karena memang kami memandang sektor politik menjadi salah satu sektor yang masih rawan terjadinya tindak pidana korupsi maka kemudian KPK juga masuk melalui pendekatan-pendekatan pencegahan ya,” ujar Budi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
UTBK di Jakarta Tetap Berlanjut meski Sempat Terganggu Listrik Padam
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Gus Salam Dapat Nasihat dari Para Sesepuh NU Jabar
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Kabar Buruk Real Madrid: Eder Militao dan Arda Guler Absen Hingga Akhir Musim
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Eksepsi Denada Diterima, PN Banyuwangi Tolak Gugatan Ressa soal Penelantaran
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Kolaborasi APM dan Regulator Adopsi EV Hadapi Lonjakan Harga Minyak Dunia
• 11 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.