FAJAR, MAKASSAR — Universitas Muslim Indonesia (UMI) menegaskan komitmennya dalam mendorong penguatan mutu program studi (prodi) keteknikan menuju standar unggul. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Akreditasi dan Penguatan Mutu Program Studi Keteknikan yang digelar bagi perguruan tinggi di kawasan Indonesia Timur.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kampus-kampus di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara untuk memahami arah baru kebijakan pendidikan tinggi, khususnya terkait sistem akreditasi terbaru.
Acara yang berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat, 23–24 April 2026, ini digelar di MYKO Hotel & Convention Center, Makassar. Peserta terdiri dari perwakilan fakultas teknik dan teknologi industri dari berbagai perguruan tinggi.
Rektor UMI, Prof. Hambali Thalib, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai regulasi terbaru sistem akreditasi program studi.
Ia menyebut, kebijakan dalam Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 membawa perubahan signifikan terhadap skema penilaian akreditasi di perguruan tinggi.
“Salah satu perubahan mendasar adalah penghapusan kategori ‘baik sekali’. Ke depan, sistem akreditasi hanya terdiri dari tiga kategori, yakni tidak terakreditasi, terakreditasi, dan terakreditasi unggul,” ujar Hambali.
Menurutnya, perubahan ini menuntut kesiapan institusi pendidikan tinggi untuk lebih fokus meningkatkan kualitas secara menyeluruh agar mampu meraih predikat unggul.
Melalui forum ini, UMI berharap peserta dapat memperdalam pemahaman terhadap kebijakan baru sekaligus menyusun strategi yang lebih tepat dalam menghadapi proses akreditasi.
“Dengan pemahaman yang baik, setiap institusi dapat mempersiapkan diri secara lebih terarah dan optimal dalam meningkatkan mutu program studinya,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, UMI juga menegaskan komitmennya dalam pengembangan prodi keteknikan, mulai dari jenjang sarjana seperti Teknik Industri dan Teknik Kimia, hingga program magister seperti Magister Teknik Industri, Magister Teknik Kimia, dan Magister Teknik Sistem.
Selain itu, UMI membuka peluang kolaborasi dengan sektor industri guna memastikan kurikulum tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta mampu meningkatkan kompetensi praktis mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, UMI tidak hanya berperan sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai motor penggerak transformasi mutu pendidikan tinggi keteknikan yang lebih adaptif dan berdaya saing menuju standar unggul. (wis/*)





