Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali membicarakan banjir di wilayah Bandung Raya. Bencana ini terus berulang setiap memasuki musim hujan.
Dedi Mulyadi banjir yang terjadi terus-menerus memicu kerugian. Selain itu, derasnya aliran air yang meluap juga dapat meresahkan masyarakat di Bandung Raya.
Dedi Mulyadi menilai penanganan banjir di Bandung Raya selama ini belum menyentur pada akar persoalannya. Hal itu membuat dirinya kembali memberikan solusi jangka panjang.
KDM sapaan populernya mengungkap dua langkah besar mengatasi persoalan ini. Ia menyampaikan solusi pertama yakni diprediksi membutuhkan sekitar 1.000 hektare lahan.
"Hitungan untuk penanganan banjir itu, diperlukan 1.000 hektare," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya di Gedung Pakuan, Kota Bandung dikutip, Kamis (23/4/2026).
Kenapa Dedi Mulyadi Prediksi 1.000 Hektare Lahan Solusi Atasi Banjir Bandung Raya?- Antara
Dedi Mulyadi sempat memberikan kritik kerasnya mengenai kesalahan pada tata ruang. Hal ini dinilai sebagai biang kerok bencana banjir terus berulang di wilayah Bandung.
Mantan Bupati Purwakarta ini mendorong percepatan pembangunan sejumlah danau. Tujuannya mengatasi luapan air yang tidak terkendali menyebabkan lingkungan tergenang banjir.
KDM menyoroti alih fungsi lahan sebagai masalah utama di Bandung Raya. Ia pun menyinggung terjadi di wilayah Selatan, banyak lahan produktif dipakai untuk hal lain yang memicu banjir.
Gubernur Jabar itu mencontohkan, alih fungsi lahan yang nyata, yakni sawah menjadi pabrik. Ia menegaskan bahwa situasi seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Melalui rencananya, ia berpendapat salah satu aspek mengatasi banjir di Bandung Raya memfokuskan pada pembangunan infrastruktur danau retensi yang sekiranya membutuhkan 1.000 hektare lahan.
"Di Bandung Raya itu, untuk membuat danau-danau," ucapnya.
Anggaran Penanganan Banjir Bandung Raya yang Diusulkan KDM- unsplash/Dibakar Roy
KDM menjelaskan, kebutuhan pada infrastruktur danau sebagai tindakan pembebasan lahan. Namun, baru di bagian ini saja diperkirakan harus bisa memegang dana sebesar Rp7 triliun.
"Nilainya dulu, Rp7 triliun. Jadi, kalau ingin bebas banjir, ya pakai alokasi itu," terangnya.




