Bisnis.com, JAKARTA — Jaringan minuman asal China, Mixue, menutup sebanyak 428 gerai di luar negeri sepanjang tahun lalu sebagai bagian dari langkah optimalisasi operasional, dengan penutupan terbanyak terjadi di Indonesia dan Vietnam.
Dalam laporan keuangan terbarunya yang dikutip dari Business Insider, perusahaan menyatakan penutupan tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi serta mendukung keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Meski tidak memerinci jumlah gerai yang ditutup di masing-masing negara, Indonesia dan Vietnam tercatat sebagai dua pasar luar negeri terbesar bagi Mixue. Menurut prospektus yang diajukan untuk IPO Hong Kong pada awal 2025, perusahaan ini memiliki 1.304 toko di Vietnam hingga September 2024.
Langkah rasionalisasi ini dilakukan di tengah upaya perusahaan dalam memperkuat kualitas operasional gerai yang ada, termasuk melalui peningkatan format toko dan pemilihan lokasi yang lebih strategis.
Di kedua negara ini Mixue mulai beralih dari konsep toko kecil ke gerai dengan ukuran lebih besar, dilengkapi area persiapan yang lebih luas serta tampilan yang lebih terbuka ke jalan.
Di sisi lain, perusahaan tetap melanjutkan ekspansi ke pasar baru, termasuk Amerika Serikat dan Asia Tengah seperti Kazakhstan, serta membuka gerai di Malaysia dan Thailand melalui merek berbeda, Lucky Cup.
Baca Juga
- Harga Plastik Naik, Bulog Pakai Stok Kemasan Lama untuk Beras SPHP
- Mentan: RI Surplus Pupuk di Tengah Krisis, Siap Ekspor 1 Juta Ton
- Amran Bantah Isu Stok Beras Kurang: Dorong Impor, Berarti Antek Asing
Secara global, Mixue mengoperasikan 59.823 gerai hingga akhir 2025, dengan mayoritas sebanyak 55.356 gerai berada di China daratan.
Dari sisi kinerja keuangan, perusahaan mencatat pertumbuhan yang solid. Pendapatan meningkat menjadi sekitar US$4,9 miliar, sementara laba bersih mencapai sekitar US$870 juta.
Strategi harga terjangkau tetap menjadi keunggulan utama Mixue, yang didukung oleh pengendalian rantai pasok secara terintegrasi, mulai dari produksi bahan baku hingga distribusi dan pengendalian kualitas.
Ke depan, perusahaan menegaskan akan terus memperkuat jaringan waralaba dan memperluas kehadiran di pasar Asia Tenggara, meskipun dengan pendekatan ekspansi yang lebih selektif dan berbasis efisiensi.





