Kementerian Pertahan (Kemhan) RI memutuskan untuk menyepakati kerja sama di bidang pertahanan dan teknologi militer dengan Pemerintah Sudan.
Kerja sama itu ditandai lewat kunjungan kehormatan atau courtesy call antara Sjafrie Sjamsoeddin Menhan RI dengan Yassir Mohamed Ali Duta Besar Sudan untuk Indonesia di Gedung Kemhan, Jakarta Selasa (21/4/2026) lalu.
“Kedua pihak membahas penguatan kerja sama pertahanan berbasis prinsip saling menguntungkan, termasuk peluang industri pertahanan, pembentukan kerangka formal kerja sama serta rencana peninjauan lapangan,” demikian siaran pers Kemhan, Kamis (23/4/2026), yang dikutip Antara.
Pertemuan itu juga membahas potensi kerja sama di bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan menggelar pendidikan militer bersama. Diketahui, hubungan bilateral Indonesia dengan Sudan secara resmi sudah terjalin sejak tahun 1960.
Dengan adanya pertemuan ini, Kemhan RI mengharapkan hubungan bilateral kedua negara dapat terus terjalin dan kerjasama yang dijalin juga dapat menguntungkan Indonesia. (ant/mar/bil/ham)




