Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini warga Medan menyoroti kasus dugaan malpraktik pasien Mimi Maisyarah (48), yang diduga terjadi di RS Muhammadiyah Medan. Sontak, kabar tersebut juga menuai komentar warganet di media sosial, karena viral.
Bahkan baru-baru ini mencuat fakta-fakta mencengangkan terkini terkait kasus tersebut.
1. Pasien Mengidap Miom
Kuasa hukum pasien yang diduga menjadi korban malpraktik RS Muhammadiyah, Ojahan Sinurat jelaskan, awal mula kejadian dugaan malapraktik yakni saat pasien mendapatkan rujukan ke RS Muhammadiyah.
Usai bertemu dengan dokter spesialis kandungan dan melakukan USG, disebut terdapat miom (tumor jinak) di dinding rahim pasien.
"Tanggal 13 Januari pasien dapat rujukan berobat ke RS Muhammadiyah. Nah, hasil dari USG, dokter mengatakan dia itu miom. Lalu di tanggal 24 Februari dilakukanlah pengangkatan miom itu," ujar Ojahan saat diwawancarai, Rabu (22/4/2026).
2. Pasien Alami Infeksi Usai Operasi
Usai dua hari setelah operasi pengangkatan miom, pasien mengeluh kesakitan di bagian perut dan kelamin. Ojahan menyebut, pasien juga mengalami pembengkakan di sekitar bekas operasi.
"Selang dua hari pasien mengeluhkan infeksi dan keluar nanah, juga rasa sakit. Kemudian datanglah lagi ke RS tersebut, dirawat selama lima hari," jelasnya.
Bahkan kata dia, setelah kembali ke rumah, keluhan pasien tidak berkurang. Setelah dilakukan perawatan berulang pada Maret 2026, kata Ojahan, pasien akhirnya menolak lantaran tidak ada tanda-tanda kesembuhan.
"Sekitar tanggal 6 Maret itu dibawa lagi ke RS Muhammadiyah, tapi tidak sembuh juga. Akhirnya sekitar awal Bulan April si pasien dianjurkan opname tapi menolak dengan alasan tidak ada kesembuhan," jelasnya.
3. Pasien Terkejut Rahimnya Diangkat
Secara pribadi, kata dia, pasien yang diduga jadi korban malpraktik meminta untuk diberi rujukan ke RS Haji pada 14 April 2026.
Setelah bertemu dokter di sana, kata dia, Mimi diminta untuk membawa hasil patologi anatomi.
"Tapi itu nggak pernah dikasih ke pasien. Jadi saat itu juga anak pasien datang ke RS Muhammadiyah untuk meminta itu, baru dikasih dan difoto si anak ke mamaknya ini. Di situlah baru tahu bahwa uterus dan ovarium sudah diangkat. Pasien nggak mengerti awalnya apa itu uterus dan ovarium, setelah dijelaskan baru tahu bahwa itu rahim," jelasnya.




