RS Muhammadiyah Medan Komentari Terkait Tudingan Dugaan Malpraktik Pasien: Keluarga Menandatangani Persetujuan Operasi

tvonenews.com
19 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Belakangan ini, sebagian publik soroti kasus dugaan malpraktik yang dialami seorang pasien yang merupakan warga Jalan Tangguk Bongkar, bernama Mimi Maisyarah (48), di RS Muhammadiyah Medan. Pasalnya, kasus dugaan itu mencuat hingga viral di media sosial, hingga membuat pihak RS Muhammadiyah angkat bicara terkait hal itu.

Menuikapi hal ini, Kepala Bagian Umum dan SDM RSU Muhammadiyah Medan, Ibrahim Nainggolan membantah tudingan malapraktik yang dilakukan dokter kepada pasien. 

Bahkan kata dia, seluruh tindakan medis telah melalui proses edukasi, persetujuan, serta tahapan sesuai prosedur.

"Pasien pertama kali datang pada Januari 2026 dengan keluhan yang mengarah pada miom. Saat datang, pasien langsung menyampaikan bahwa penyakitnya miom sebelum dilakukan pemeriksaan oleh dokter," ucapnya kepada awak media, seperti dikutip pada Kamis (23/4/2026).

Usai dokter melakukan pemeriksaan, ternyata pasien didiagnosa terkena miom dengan tingkat tertentu yang memerlukan tindakan operasi, termasuk kemungkinan pengangkatan rahim.

"Pada kunjungan awal tersebut, pasien dan keluarga belum bersedia menjalani operasi dan memilih pulang untuk berdiskusi lebih lanjut. Sekitar satu bulan kemudian, pasien kembali dengan keluhan yang semakin memburuk," jelasnya.

Setelah pemeriksaan ulang dan penjelasan kembali dari tim medis, pasien dan keluarga akhirnya menyetujui tindakan operasi. 

Persetujuan tindakan medis ditandatangani oleh pihak keluarga setelah melalui proses pertimbangan.

"Operasi kemudian dijadwalkan dan dipersiapkan pada Februari. Tindakan ini bukan seketika. Dari awal sudah dijelaskan, namun sempat ditolak. Setelah satu bulan, barulah keluarga menyetujui dan menandatangani persetujuan operasi" bebernya.

Menurut Ibrahim, informasi mengenai pasien terkena miom, termasuk kemungkinan dampaknya terhadap pengangkatan rahim, telah disampaikan sejak awal. 

Secara medis terdapat berbagai kondisi miom, mulai dari yang berdiri sendiri hingga yang telah memengaruhi dinding rahim.

"Dalam kondisi tertentu, hal tersebut memerlukan tindakan pengangkatan rahim. Kami sudah siapkan penanganan di UGD, tetapi keluarga menolak dilakukan tindakan medis, sehingga pasien dibawa pulang," ucapnya.

RSU Muhammadiyah Medan juga menyatakan telah membuka ruang komunikasi dengan keluarga pasien, termasuk melalui pertemuan yang melibatkan kuasa hukum dan pihak kepolisian guna menjaga kondusivitas pelayanan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Dipanggil Presiden Prabowo ke Hambalang, Bahas soal Apa?
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Hari Ini Terakhir Daftar Lowker Koperasi Desa Merah Putih, Cek Cara dan Syaratnya!
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Gencatan Senjata Lebanon-Israel Diperpanjang 3 Minggu
• 8 jam laludetik.com
thumb
Cuan Filet Ikan Sapu-Sapu: Dijual di Medsos, Omset Jutaan Rupiah
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Pangan Hari Ini: Telur Rp32 Ribu/Kg, Bawang Merah Rp45.950/Kg
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.