Israel Bersiap Lancarkan Serangan ke Iran: Kami Tunggu Lampu Hijau AS

detik.com
13 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa pihaknya siap untuk melanjutkan perang melawan Iran. Dia mengatakan Israel menunggu lampu hijau Amerika Serikat (AS).

"Militer Israel telah siap, baik secara defensif maupun ofensif, dan target-target telah ditandai," ujar Katz dalam sebuah pernyataan video dilansir Aljazeera, Jumat (24/4/2026).

Katz bersikukuh untuk menghapus dinasti Khamenei. Dia juga menyebut menunggu sinyal dari Amerika untuk mengembalikan Teheran ke 'Zaman Batu'.

Baca juga: Trump Bilang Iran Terpecah Jadi 2 Kubu: Mereka Tak Tahu Siapa Pemimpinnya

"Kami sedang menunggu lampu hijau dari Amerika Serikat - pertama dan terutama untuk menyelesaikan penghapusan dinasti Khamenei dan selain itu untuk mengembalikan Iran ke Zaman Kegelapan dan Zaman Batu dengan menghancurkan fasilitas energi dan listrik utama serta membongkar infrastruktur ekonomi nasionalnya," jelasnya.

Katz juga mengancam serangan lanjutan akan lebih mematikan. "Itu akan berbeda dan mematikan," imbuhnya

Perundingan baru terkait perang AS-Israel dan Iran berada di ambang ketidakpastian, meskipun ada upaya dari Pakistan sebagai mediator. Perang ini telah melanda kawasan tersebut, menewaskan ribuan orang, terutama di Iran dan Lebanon, serta mengguncang ekonomi global.

Gencatan Senjata Diperpanjang

Trump sebelumnya telah mengumumkan untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Namun, Trump juga mengatakan kebijakan blokade pelabuhan Iran tetap akan dilanjutkan oleh militer AS.

"Saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu," kata Trump dilansir Al Jazeera, Rabu (22/4).

Baca juga: Trump Perintahkan Tembak Semua Kapal Iran yang Pasang Ranjau di Selat Hormuz

Penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, kemudian merespons pengumuman sepihak dari Trump. Iran menyatakan perpanjangan gencatan senjata yang dilakukan AS tidak berarti apapun bagi mereka.

"Perpanjangan gencatan senjata Trump tidak berarti apa-apa," kata Mohammadi, dilansir CNN.

Mohammadi juga menilai perpanjangan gencatan senjata yang sepihak diumumkan Trump merupakan taktik AS dalam mengulur waktu sebelum akhirnya melanjutkan serangan ke wilayah Iran.

"Perpanjangan gencatan senjata Trump jelas merupakan taktik untuk mengulur waktu demi serangan mendadak. Saatnya bagi Iran untuk mengambil inisiatif telah tiba," katanya.




(wnv/wnv)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Pilih Sudarto-Ferry Ardiyanto Jadi Plh Dirjen Anggaran dan DJSEF
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pasca Pembukaan, Satgas TMMD Ke-128 Geliat Bangun Rumah Layak Huni di Desa Arpal
• 18 jam laluterkini.id
thumb
Ratusan Pemuda Balap Liar di Makassar Kocar-Kacir Digerebek Polisi, 7 Orang Ditangkap
• 1 menit lalurctiplus.com
thumb
Apresiasi Pemerintah Daerah 2026 Hadirkan 4 Penghargaan, Ini Kategorinya
• 12 jam laludetik.com
thumb
Mengenal Low Back Pain: Terkait Produktivitas dan Pola Hidup Remaja
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.